<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>UF - Forestry Products</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/106" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/106</id>
<updated>2026-10-31T15:09:49Z</updated>
<dc:date>2026-10-31T15:09:49Z</dc:date>
<entry>
<title>Karakterisasi Membran Filtrasi Berbasis Selulosa Asetat dari Ampas Tebu untuk Adsorpsi Logam Berat</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180201" rel="alternate"/>
<author>
<name>CHATALIA, EGA</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180201</id>
<updated>2026-10-28T06:51:42Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Karakterisasi Membran Filtrasi Berbasis Selulosa Asetat dari Ampas Tebu untuk Adsorpsi Logam Berat
CHATALIA, EGA
Pencemaran air oleh logam berat menyebabkan kualitas dan ketersediaan air bersih semakin menurun. Alternatif yang dapat diterapkan untuk mengatasi hal tersebut adalah teknologi membran filtrasi berbasis selulosa asetat (CA) dari ampas tebu, dengan penambahan aditif seng oksida (ZnO) dan arang aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh jenis dan konsentrasi aditif terhadap karakteristik membran, serta mengevaluasi kinerja membran dalam adsorpsi logam Pb dan Cu. Sintesis CA ampas tebu dilakukan melalui reaksi asetilasi menggunakan pulp ampas tebu yang sebelumnya telah melalui proses delignifikasi dan pemutihan. Membran CA dibuat menggunakan pelarut N-methyl-2-pyrrolidone (NMP) dengan aditif ZnO dan arang aktif pada konsentrasi 0,25%, 0,5%, 0,75% dan 1%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan aditif terbukti memengaruhi &#13;
karakteristik morfologi permukaan, pori, fluks, dan daya serap logam. Membran dengan penambahan aditif ZnO pada konsentrasi 0,5% menghasilkan kinerja terbaik dengan nilai fluks tertinggi sebesar 476,19 ± 23,88 L·m?²·h?¹ serta koefisien rejeksi Pb dan Cu masing-masing sebesar 78,68 ± 2,08% dan 39,10 ± 1,15%.; Heavy metal contamination has degraded water quality and limited access to clean water. Cellulose acetate (CA) filtration membranes derived from sugarcane bagasse offer a promising alternative for water treatment, and their performance can be further enhanced by incorporating functional additives such as zinc oxide (ZnO) and activated carbon. This study investigated how additive type and concentration affect the characteristics and adsorption performance of sugarcane bagasse-derived CA membranes in removing Pb and Cu from water. We synthesized cellulose acetate from delignified and bleached sugarcane bagasse pulp through acetylation and fabricated themembranes using N-methyl-2-pyrrolidone (NMP) as the solvent. ZnO and activated carbon were incorporated as additives at concentrations of 0.25%, 0.5%, 0.75%, and 1%. The results showed that the addition of additives significantly affected the surface morphology, pore characteristics, water flux, and heavy metal adsorption of CA membranes. The membrane containing 0.50% ZnO achieved the highest water flux of 476.19 ± 23.88 L·m?²·h?¹, with Pb and Cu rejection coefficients of 78.68 ± 2.08% and 39.10 ± 1.15%.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Karakteristik Bambu Batik (Bambusa maculata Widjaja) Asal Ternate</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180000" rel="alternate"/>
<author>
<name>Zaghita, Indhira</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180000</id>
<updated>2026-09-28T07:10:38Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Karakteristik Bambu Batik (Bambusa maculata Widjaja) Asal Ternate
Zaghita, Indhira
Bambu batik (Bambusa maculata Widjaja) merupakan bambu lokal Ternate dengan corak khas yang berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku produk berbasis bambu. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur anatomi, sifat fisis, sifat mekanis, dan keawetan alami bambu batik asal Ternate, serta menganalisis sifat fisis dan keawetan alami pada bagian pangkal, tengah, dan ujung batang. Pengamatan anatomi dilakukan secara makroskopis dan mikroskopis, pengujian sifat fisis dan mekanis mengacu pada International Organization for Standardization 22157:2019, sedangkan pengujian keawetan alami berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 7207:2014. Data dianalisis menggunakan analisis ragam dan uji Tukey pada taraf 5%. Bambu batik memiliki struktur anatomi berupa berkas vaskular, parenkim, serat sklerenkim, metaksilem, dan floem. Kadar air berkisar 14,757–15,315% dengan kerapatan 0,847–0,919 g/cm³. Nilai kuat tekan, tarik sejajar serat, dan tarik tegak lurus serat berturut-turut sebesar 61,17; 39,18; dan 10,20 MPa. Kehilangan berat akibat rayap tanah dan rayap kayu kering masing-masing sebesar 5,470–5,984% dan 2,225–2,584% dengan kelas ketahanan II berdasarkan SNI 7207:2014.; Batik bamboo (Bambusa maculata Widjaja) is a local bamboo species from Ternate with a distinctive pattern and potential for bamboo-based products. This study aimed to analyze the anatomical, physical, mechanical properties, and natural durability of batik bamboo, including variations among the base, middle, and tip sections. Anatomical observations were conducted macroscopically and microscopically, while physical and mechanical properties were tested according to International Organization for Standardization 22157:2019, and natural durability was evaluated based on Standar Nasional Indonesia (SNI) 7207:2014. Data were analyzed using Analysis of Variance and Tukey’s test at a 5% significance level. Batik bamboo consists of vascular bundles, parenchyma, sclerenchyma fibers, metaxylem, and phloem. Moisture content and density ranged from 14.757– 15.315% and 0.847–0.919 g/cm³, respectively. The compressive strength, parallel tensile strength, and perpendicular tensile strength were 61.17, 39.18, and 10.20 MPa, respectively. Weight loss caused by subterranean and drywood termites ranged from 5.470–5.984% and 2.225–2.584%, respectively, corresponding to durability class II according to SNI 7207:2014.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Modifikasi Boraks Asam Borat dan Termal pada Jenis Kayu Rotasi Pendek Skalan Industri</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179981" rel="alternate"/>
<author>
<name>Dzulfikar.F.A, M.Fauzan</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179981</id>
<updated>2026-09-22T00:47:01Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Modifikasi Boraks Asam Borat dan Termal pada Jenis Kayu Rotasi Pendek Skalan Industri
Dzulfikar.F.A, M.Fauzan
Kayu rotasi pendek memiliki potensi sebagai bahan baku industri, namun sifat fisis, mekanis, dan ketahanan biologinya masih relatif rendah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kombinasi impregnasi boraks-asam borat dan perlakuan termal terhadap kualitas kayu rotasi pendek pada skala industri. Lima jenis kayu diimpregnasi menggunakan larutan boraks-asam borat 1,3% dengan metode vakum-tekan, kemudian diberi perlakuan panas pada suhu 200 °C selama 20 jam. Pengujian meliputi sifat fisis, stabilitas dimensi, sifat mekanis, ketahanan rayap, FTIR, dan kekasaran permukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan menurunkan kadar air, water uptake, dan kekasaran permukaan serta meningkatkan stabilitas dimensi kayu. Nilai impregnation rate dan retensi tertinggi diperoleh pada pinus radiata, sedangkan jati terendah. Perlakuan menurunkan nilai MOE dan MOR, tetapi meningkatkan ketahanan rayap terutama pada pinus merkusii dan pinus radiata. Analisis FTIR menunjukkan degradasi hemiselulosa dan pembentukan ikatan ester borat yang menurunkan sifat higroskopis kayu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan tersebut berpotensi meningkatkan kualitas kayu rotasi pendek untuk aplikasi industri.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Modifikasi Gliserol-Asam Sitrat dan Termal pada Jenis Kayu Rotasi Pendek Skala Industri</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179980" rel="alternate"/>
<author>
<name>Tobing, Nicholas Ramos Lumban</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179980</id>
<updated>2026-09-22T00:45:47Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Modifikasi Gliserol-Asam Sitrat dan Termal pada Jenis Kayu Rotasi Pendek Skala Industri
Tobing, Nicholas Ramos Lumban
Kayu rotasi pendek berpotensi sebagai bahan baku industri perkayuan, tetapi umumnya memiliki sifat fisis, mekanis, dan ketahanan biologi yang rendah akibat tingginya proporsi kayu juvenil. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh perlakuan panas tunggal serta kombinasi impregnasi gliserol-asam sitrat (GCA) dan perlakuan panas terhadap sifat lima jenis kayu rotasi pendek. Sampel kayu diimpregnasi menggunakan larutan GCA 40% dan diberi perlakuan panas pada suhu 180 °C. Perlakuan panas tunggal menurunkan kadar air dan daya serap air, tetapi cenderung menurunkan kerapatan dan modulus of rupture. Sebaliknya, kombinasi impregnasi GCA dan perlakuan panas lebih efektif meningkatkan stabilitas dimensi dan ketahanan rayap. Analisis FTIR menunjukkan terbentuknya ikatan ester, sedangkan perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap kekasaran permukaan. Kombinasi impregnasi GCA dan perlakuan panas berpotensi sebagai teknologi modifikasi kayu yang ramah lingkungan.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
