<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>UT - Conservation of Forest and Ecotourism</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/105" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/105</id>
<updated>2026-06-09T02:38:59Z</updated>
<dc:date>2026-06-09T02:38:59Z</dc:date>
<entry>
<title>Penilaian Kesehatan Pohon di Taman Kota 1 BSD Menggunakan Forest Health Monitoring dan Aplikasi i-Tree Eco</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173275" rel="alternate"/>
<author>
<name>ISTIQOMAH, NURMARETA</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173275</id>
<updated>2026-06-08T06:29:00Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Penilaian Kesehatan Pohon di Taman Kota 1 BSD Menggunakan Forest Health Monitoring dan Aplikasi i-Tree Eco
ISTIQOMAH, NURMARETA
Taman Kota 1 BSD merupakan salah satu RTH di Kota Tangerang Selatan. Tekanan lingkungan perkotaan menyebabkan pohon rentan mengalami kerusakan sehingga berdampak pada menurunnya fungsi fisiologis pohon dan jasa lingkungan yang dihasilkan. Penelitian bertujuan menilai tingkat kesehatan pohon, kondisi tajuk, serta menganalisis jasa lingkungan. Pengumpulan data dilakukan pada empat plot FHM secara purposive sampling. Data yang dikumpulkan meliputi spesies, diameter, tinggi, parameter kesehatan pohon, kondisi tajuk, dan koordinat pohon. Pengolahan data kesehatan pohon dan kondisi tajuk menggunakan metode FHM, sedangkan jasa lingkungan menggunakan i-Tree Eco, persamaan alometrik, dan persamaan fotosintesis. Seluruh data kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan dominasi pohon sehat (61%), kerusakan ringan (35%), dan kerusakan sedang (4%). Kondisi tajuk didominasi nilai VCR 4 (44%) dengan kerapatan tegakan 86,96% (kategori rapat). Perhitungan i-Tree Eco menunjukkan simpanan karbon sebesar 14,17 ton/ha, serapan CO2 0,49 ton/ha/tahun, dan produksi O2 1,41 ton/ha/tahun.; Taman Kota 1 BSD is one of the green open spaces in South Tangerang City. Urban environmental pressures effected trees to be more susceptible to damage, which can reduce its physiological functions and ecosystem services. This study aims to assess tree health, crown condition, and analyzed ecosystem services. Data collection was conducted at four FHM plots using purposive sampling. The collected data included species, diameter, height, tree health parameters, crown condition, and tree coordinates. Tree health and crown condition data were processed using the FHM method, while ecosystem services were analyzed using i-Tree Eco, allometric equations, and photosynthesis equations. All data were subsequently analyzed using quantitative and qualitative descriptive methods. The results showed a dominance of healthy trees (61%), followed by light damage (35%) and moderate damage (4%). The crown condition was dominated by a VCR value of 4 (44%), with a stand density of 86.96% (dense category). Calculations using i-Tree Eco indicated a carbon storage of 14.17 tons/ha, CO2 sequestration of 0.49 tons/ha/year, and O2 production of 1.41 tons/ha/year.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Keanekaragaman Jenis Kupu-kupu dan Pengembangan Pemanfaatannya Sebagai Obyek Daya Tarik Wisata di Taman Hutan Raya Banten</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173272" rel="alternate"/>
<author>
<name>Arrahmah, Fauzia</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173272</id>
<updated>2026-06-08T04:30:35Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Keanekaragaman Jenis Kupu-kupu dan Pengembangan Pemanfaatannya Sebagai Obyek Daya Tarik Wisata di Taman Hutan Raya Banten
Arrahmah, Fauzia
Kupu-kupu berperan sebagai penyerbuk, bioindikator lingkungan, dan memiliki nilai estetika yang berpotensi dikembangkan sebagai obyek daya tarik wisata. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi keanekaragaman jenis kupu-kupu, menganalisis persepsi dan preferensi pengunjung, serta menyusun rancangan wisata berbasis kupu-kupu di Tahura Banten. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode pollard transect pada tiga tipe habitat, kuesioner, dan wawancara dengan pengelola. Hasil penelitian menunjukkan ditemukan 34 jenis kupu-kupu dari lima famili dengan total 251 individu. Indeks keanekaragaman jenis (H’), kekayaan (Dmg), dan kemerataan (E) tertinggi terdapat pada tipe habitat riparian. Indeks dominansi (D) tertinggi terdapat pada habitat perkebunan yang didominasi spesies Junonia hedonia. Hasil kuesioner dari 60 responden menunjukkan bahwa wisata kupu-kupu berpotensi dikembangkan sebagai wisata edukatif melalui kegiatan interaktif dan media interpretasi. Berdasarkan hasil tersebut disusun dua program wisata, yaitu Jelajah Kupu-Kupu dan Taman Kupu-Kupu di Tahura Banten.; Butterflies play important roles as pollinators, environmental bioindicators, and possess aesthetic value that has the potential to be developed as a tourism attraction. This study aimed to identify butterfly species diversity, analyze visitor perceptions and preferences, and develop a butterfly-based tourism design in Tahura Banten (Banten Grand Forest Park). Data collection was conducted using the pollard transect method in three habitat types, questionnaires, and interviews with managers. The results recorded 34 butterfly species from five families with a total of 251 individuals. The highest diversity (H’), richness (Dmg), and evenness (E) indices were found in the riparian habitat type. The highest dominance index (D) was found in the plantation habitat dominated by Junonia hedonia. Questionnaire results from 60 respondents indicated that butterfly tourism has the potential to be developed as educational tourism through interactive activities and interpretive media. Based on these findings, two tourism programs were developed, namely Butterfly Exploration and Butterfly Garden in Tahura Banten.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Penilaian Kerusakan Tajuk Menggunakan Forest Health Monitoring&amp;#160;dan Aplikasi I-Tree Eco di Hutan Kota Srengseng</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173271" rel="alternate"/>
<author>
<name>HARLIPUTRI, RENATHA AISYA</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173271</id>
<updated>2026-06-08T04:29:26Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Penilaian Kerusakan Tajuk Menggunakan Forest Health Monitoring&amp;#160;dan Aplikasi I-Tree Eco di Hutan Kota Srengseng
HARLIPUTRI, RENATHA AISYA
Hutan Kota Srengseng berfungsi sebagai ruang terbuka hijau yang menyediakan jasa ekologis bagi lingkungan perkotaan. Kualitas fungsi tersebut dipengaruhi oleh kesehatan pohon, terutama kondisi tajuk. Penelitian ini bertujuan menilai kondisi kesehatan tajuk pohon dengan menggunakan metode Forest Health Monitoring (FHM) serta menganalisis jasa lingkungan dengan menggunakan aplikasi i-Tree Eco. Pengambilan data dilakukan pada Februari–April 2026 melalui pengukuran lima parameter tajuk dengan desain klaster plot FHM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi tajuk secara umum tergolong dalam kondisi sedang, dengan 53% individu memiliki nilai Visual Crown Rating (VCR) sedang. Namun, beberapa individu menunjukkan kerusakan terutama pada parameter mati pucuk. Analisis i-Tree Eco menunjukkan bahwa tegakan berkontribusi terhadap penyediaan jasa lingkungan melalui nilai leaf area sebesar 1,00 ha dan produksi oksigen sebesar 4,792 ton/ha/tahun pada klaster plot 1 serta 1,413 ton/ha/tahun pada klaster plot 2. Hasil tersebut menunjukkan pentingnya pengelolaan kesehatan pohon secara berkelanjutan untuk mempertahankan fungsi ekologis hutan kota.; Srengseng Urban Forest serves as a green open space that provides ecological services to the urban environment. The quality of these functions is influenced by&#13;
tree health, particularly the condition of the canopy. This study aims to assess the&#13;
health of tree canopies using the Forest Health Monitoring (FHM) method and analyze environmental services using the i-Tree Eco application. Data collection&#13;
was conducted in February–April 2026 by measuring five canopy parameters using&#13;
the FHM cluster plot design. The results showed that the canopy condition was&#13;
generally classified as moderate, with 53% of individuals having a moderate Visual&#13;
Crown Rating (VCR) value. However, several individuals showed damage, especially in the dieback parameter. i-Tree Eco analysis showed that the stands have contribute to the provision of environmental services through a leaf area value of 1.00 ha and oxygen production of 4,792 tons/ha/year in plot cluster 1 and 1,413 tons/ha/year in plot cluster 2. These results indicate the importance of sustainable tree health management to maintain the ecological function of urban forests.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Analisis Kesediaan Membayar Penerbang Drone  Terhadap Pungutan Kegiatan Penerbangan Drone di Kawasan Konservasi</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173270" rel="alternate"/>
<author>
<name>HAMMADI, THORIQ EDRIVA</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173270</id>
<updated>2026-06-08T04:28:24Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Kesediaan Membayar Penerbang Drone  Terhadap Pungutan Kegiatan Penerbangan Drone di Kawasan Konservasi
HAMMADI, THORIQ EDRIVA
Penggunaan drone di kawasan konservasi memberikan manfaat namun berpotensi menimbulkan gangguan. Untuk meminimalisir dampak tersebut, Pemerintah Indonesia menetapkan pungutan penerbangan drone melalui PP Nomor 36 Tahun 2024, namun besaran tarif dan belum adanya regulasi lanjutan menimbulkan beragam respons. Penelitian ini bertujuan mengestimasi Willingness to Pay (WTP), menganalisis faktor yang memengaruhinya, serta mengkaji persepsi keselamatan lingkungan dan pengunjung. Penelitian terhadap 95 anggota Asosiasi Pilot Drone Indonesia Regional Jabodetabek menggunakan Contingent Valuation Method dengan pendekatan Double Bounded Dichotomous Choice, regresi interval, dan skala Likert. Hasil menunjukkan rata-rata WTP sebesar ±Rp457.000 per kunjungan. Persepsi risiko berpengaruh signifikan terhadap WTP (ß = 0,3166; p = 0,006). Secara umum responden setuju terhadap aspek keselamatan, meskipun pada aspek gangguan terhadap satwa liar dan kebisingan drone mendapatkan sikap cukup setuju.; The use of drones in conservation areas offers benefits but also has the potential to cause disturbances. To minimize these impacts, the Indonesian government established drone flight fees through Government Regulation No. 36 of 2024; however, the fee amounts and the lack of follow-up regulations have elicited a variety of responses. This study aims to estimate Willingness to Pay (WTP), analyze the factors influencing it, and examine perceptions of environmental safety and visitor safety. The study involved 95 members of the Indonesian Drone Pilots Association’s Jabodetabek Regional Chapter, utilizing the Contingent Valuation Method with a Double-Bounded Dichotomous Choice approach, interval regression, and a Likert scale. The results indicate an average WTP of approximately Rp457,000 per visit. Risk perception significantly influences WTP (ß = 0.3166; p = 0.006). In general, respondents agreed with safety aspects, although regarding the disturbance of wildlife and drone noise, they expressed a somewhat agreeable stance.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
