<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>UF - Conservation of Forest and Ecotourism</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/105" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/105</id>
<updated>2026-08-13T11:22:06Z</updated>
<dc:date>2026-08-13T11:22:06Z</dc:date>
<entry>
<title>Orientasi Nilai dan Keberlanjutan Praktik Konservasi Kelompok Seribu Srikandi di Pulau Kelapa Dua, Taman Nasional Kepulauan Seribu</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178531" rel="alternate"/>
<author>
<name>HATAYA, TAMARA CHANDRA</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178531</id>
<updated>2026-08-13T07:55:51Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Orientasi Nilai dan Keberlanjutan Praktik Konservasi Kelompok Seribu Srikandi di Pulau Kelapa Dua, Taman Nasional Kepulauan Seribu
HATAYA, TAMARA CHANDRA
Keberlanjutan konservasi pesisir berbasis masyarakat dipengaruhi oleh nilai yang melandasi perilaku konservasi. Penelitian ini mengidentifikasi orientasi nilai, tingkat knowledge, attitude, dan practice (KAP), serta faktor pendukung keberlanjutan praktik konservasi Kelompok Seribu Srikandi menggunakan metode campuran (kuesioner, wawancara, observasi, studi literatur). Hasil menunjukkan orientasi nilai anggota meliputi nilai lingkungan, sosial budaya, dan ekonomi, dengan 90% anggota berpengetahuan tinggi, 100% bersikap positif, dan 80% berpraktik konservasi baik. Keberlanjutan praktik didukung oleh kepemimpinan perempuan, nilai budaya Bugis, manfaat ekonomi pengolahan sampah plastik menjadi produk daur ulang, serta pendampingan Balai TNKpS, di mana integrasi ketiga orientasi nilai tersebut menjadi landasan penting keberlanjutan konservasi di Pulau Kelapa Dua.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Sebaran Orangutan (Pongo pygmaeus) di Areal PT. United Agro Indonesia (PT. UAI) Kalimantan Tengah</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178511" rel="alternate"/>
<author>
<name>IBRAHIM, MUHAMMAD KHADAFY MAULANA</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178511</id>
<updated>2026-08-13T06:08:25Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Sebaran Orangutan (Pongo pygmaeus) di Areal PT. United Agro Indonesia (PT. UAI) Kalimantan Tengah
IBRAHIM, MUHAMMAD KHADAFY MAULANA
Orangutan (Pongo pygmaeus) merupakan satwa yang terancam punah akibat degradasi dan fragmentasi habitat, termasuk di kawasan konsesi perkebunan. Penelitian ini bertujuan memetakan sebaran orangutan, mengidentifikasi faktor yang memengaruhi persebarannya, serta menganalisis vegetasi dan potensi tumbuhan pakan di areal PT. United Agro Indonesia (PT. UAI), Kalimantan Tengah. Penelitian dilaksanakan pada Mei–Juni 2026 menggunakan metode line transect, concentration count, analisis vegetasi, dan pengukuran mikroklimat. Hasil penelitian menunjukkan adanya 27 sarang dan 1 perjumpaan langsung orangutan yang terkonsentrasi di koridor Sungai Mangkatip dan hutan sekunder. Sebaran orangutan dipengaruhi oleh ketersediaan pakan, struktur vegetasi, aktivitas manusia, keberadaan primata lain, dan kondisi mikroklimat. Sebanyak 22 jenis tumbuhan pakan berhasil diidentifikasi, sedangkan analisis vegetasi mencatat 66 jenis tumbuhan dari 25 famili yang menunjukkan kondisi habitat masih mendukung keberadaan orangutan. Hasil penelitian menegaskan pentingnya mempertahankan hutan sekunder dan koridor riparian sebagai habitat dan jalur pergerakan orangutan.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Manajemen Penangkaran dan Tingkat Keberhasilan Pemeliharaan Troides helena di Taman Kupu-kupu Gita Persada, Lampung</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178492" rel="alternate"/>
<author>
<name>Saraswati, Annisa Galih</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178492</id>
<updated>2026-08-13T02:50:47Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Manajemen Penangkaran dan Tingkat Keberhasilan Pemeliharaan Troides helena di Taman Kupu-kupu Gita Persada, Lampung
Saraswati, Annisa Galih
Penurunan populasi kupu-kupu akibat penangkapan liar dan kerusakan habitat mendorong perlunya upaya konservasi melalui penangkaran, khususnya pada spesies Troides helena yang dilindungi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sistem manajemen penangkaran dan menghitung tingkat keberhasilan pemeliharaan Troides helena di Taman Kupu-kupu Gita Persada. Data diperoleh pada bulan Juli-September 2025 melalui observasi, wawancara, pengukuran, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penangkaran menerapkan sistem semi intensif. Persentase keberhasilan pemeliharaan Troides helena mencapai 30% termasuk kategori rendah. Manajemen penangkaran yang belum optimal khususnya dalam pengendalian lingkungan penangkaran yakni kelembapan, mempengaruhi keberhasilan pemeliharaan namun hasil penangkaran tetap berperan penting dalam konservasi, edukasi, dan pengembangan ekowisata. / The decline in butterfly populations due to illegal capture and habitat degradation has increased the need for conservation efforts through captive breeding, particularly for the protected species Troides helena. This study aimed to describe the management system of butterfly captive breeding and determine the rearing success rate of Troides helena at Taman Kupu-kupu Gita Persada. Data were collected from July to September 2025 through observation, interviews, measurements, and literature study. The results showed that the captive breeding system applied was semi-intensive. The rearing success rate of Troides helena reached 30%, which falls into the low category. Suboptimal captive management, particularly in controlling environmental conditions such as humidity, affected rearing success; nevertheless, captive breeding outcomes continue to play an important role in conservation, education, and ecotourism development.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Strategi Pengembangan Wisata Rendah Karbon di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178406" rel="alternate"/>
<author>
<name>MAHARAYA, BAGUS SENOPATI</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178406</id>
<updated>2026-08-12T04:37:00Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Strategi Pengembangan Wisata Rendah Karbon di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor
MAHARAYA, BAGUS SENOPATI
Perubahan iklim akibat peningkatan emisi gas rumah kaca mendorong pengembangan wisata rendah karbon sebagai bagian dari pariwisata berkelanjutan. Desa Malasari memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata rendah karbon karena didukung oleh sumber daya alam dan budaya lokal yang masih terjaga. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tingkat pengetahuan masyarakat mengenai karbon dan emisi karbon, potensi emisi karbon pada komponen wisata 5A, serta strategi pengembangannya. Penelitian menggunakan metode wawancara, observasi, studi literatur, analisis deskriptif, dan analisis gap. Hasil menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat masih rendah dan potensi emisi karbon ditemukan pada seluruh komponen wisata 5A. Strategi pengembangan difokuskan pada peningkatan kapasitas masyarakat, efisiensi energi, pengelolaan limbah berkelanjutan, dan penguatan aktivitas wisata berbasis konservasi.; Climate change, driven by increasing greenhouse gas emissions, has encouraged the adoption of low-carbon tourism as part of sustainable tourism development. Malasari Village has the potential to become a low-carbon tourism destination due to its rich natural resources and preserved local culture. This study aimed to assess community knowledge of carbon and carbon emissions, identify potential carbon emission sources within the 5A tourism components, and formulate development strategies. The study employed interviews, field observations, literature reviews, descriptive analysis, and gap analysis. The results showed limited community knowledge and identified carbon emission sources across all tourism components. Recommended strategies include community capacity building, energy efficiency improvement, sustainable waste management, and the development of conservation-based tourism activities.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
