<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>UT - Silviculture</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/104" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/104</id>
<updated>2026-04-04T21:22:57Z</updated>
<dc:date>2026-04-04T21:22:57Z</dc:date>
<entry>
<title>KERAGAMAN GENETIK POPULASI SPESIES RENTAN EBONI (Diospyros celebica Bakh.) ENDEMIK SULAWESI</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172827" rel="alternate"/>
<author>
<name>SIBURIAN, SITI LABORA</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172827</id>
<updated>2026-03-09T07:20:20Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">KERAGAMAN GENETIK POPULASI SPESIES RENTAN EBONI (Diospyros celebica Bakh.) ENDEMIK SULAWESI
SIBURIAN, SITI LABORA
Sumberdaya genetik yang dimiliki hutan hujan tropis Indonesia sangatlah&#13;
melimpah. Sebagian sumber daya genetik tersebut telah hilang karena luasnya&#13;
kerusakan hutan di Indonesia. Penebangan liar, kebakaran hutan, dan eksploitasi&#13;
menjadi salah satu penyebab cepatnya kerusakan hutan yang mengancam sumber&#13;
daya genetik dalam suatu populasi. Keragaman genetik eboni (Diospyros celebica)&#13;
diduga sudah menurun akibat tidak diperhatikannya aspek kelestarian jenis pohon,&#13;
namun ketersediaan data keragaman genetik masih sangat terbatas. Tujuan&#13;
penelitian ini adalah untuk menduga variasi genetik dan mengetahui struktur&#13;
genetik eboni pada 12 populasi alami. Analisis keragaman genetik dilakukan&#13;
menggunakan penanda ccmp (consensus chloroplast microsatellite primers) yang&#13;
ditemukan di genom kloroplas. Berdasarkan lima penanda ccmp yang polimorfik,&#13;
sebanyak 12 populasi eboni memiliki keragaman genetik yang cukup tinggi dengan&#13;
nilai heterozigositas (He) sebesar 0,525. Selain itu, hasil penelitian menjukkan&#13;
bahwa pola kekerabatan genetik terstruktur sangat jelas, dimana populasi terbagi&#13;
menjadi 2 klaster besar. Informasi genetik yang diperoleh dapat digunakan untuk&#13;
membantu penyusunan strategi konservasi sumberdaya genetik berbasis sains.; Indonesia’s tropical rainforests harbor exceptionally rich genetic resources.&#13;
However, a substantial portion of these resources has been lost due to extensive&#13;
forest degradation. Illegal logging, forest fires, and overexploitation are among the&#13;
major drivers of rapid forest destruction, threatening the genetic resources within&#13;
natural populations. The genetic diversity of ebony (Diospyros celebica) is&#13;
suspected to have declined due to insufficient attention to species conservation, yet&#13;
available genetic diversity data remain very limited. This study aimed to estimate&#13;
genetic variation and assess the genetic structure of ebony across 12 natural&#13;
populations. Genetic diversity analysis was conducted using ccmp (consensus&#13;
chloroplast microsatellite primer) markers located in the chloroplast genome. Based&#13;
on five polymorphic ccmp markers, the 12 ebony populations exhibited relatively&#13;
high genetic diversity, with an expected heterozygosity (He) value of 0.525. The&#13;
results also revealed a clearly structured genetic relationship pattern, with&#13;
populations grouped into two major clusters. The genetic information obtained from&#13;
this study can support the development of science-based conservation strategies for&#13;
genetic resource management.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Performa Pertumbuhan Puspa (Schima wallichii (DC.) Koorth) pada Areal Rehabilitasi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172825" rel="alternate"/>
<author>
<name>Iswandaru, Iqbal</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172825</id>
<updated>2026-03-09T06:03:00Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Performa Pertumbuhan Puspa (Schima wallichii (DC.) Koorth) pada Areal Rehabilitasi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat
Iswandaru, Iqbal
Program rehabilitasi Green Wall di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) bertujuan memulihkan ekosistem hutan sekaligus meningkatkan cadangan karbon sebagai bagian dari mitigasi perubahan iklim. Upaya ini dilakukan melalui penanaman jenis tanaman cepat tumbuh, salah satunya adalah puspa (Schima wallichii (DC.) Korth.). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan S. wallichii dan menduga cadangan karbon di atas permukaan tanah pada areal rehabilitasi Green Wall Resort Nagrak, TNGGP. Metode yang digunakan adalah transek jalur dengan stratified purposive sampling pada tegakan tahun tanam 2008, 2009, dan 2010. Parameter yang diamati meliputi diameter dan tinggi pohon, serta perhitungan biomassa di atas permukaan tanah dengan persamaan alometrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa S. wallichii pada tahun tanam 2010 memiliki pertumbuhan terbaik dengan rata-rata riap diameter sebesar 1,95 cm/tahun dan riap tinggi 0,85 m/tahun. Rata-rata cadangan karbon di atas permukaan tanah pada area rehabilitasi mencapai 84,03 tonC/ha, dengan kontribusi S. wallichii sebesar 24,09 tonC/ha.; The Green Wall rehabilitation program in Gunung Gede Pangrango National Park (TNGGP) aims to restore forest ecosystems while enhancing carbon stocks as part of climate change mitigation This objective is pursued through the planting of fast-growing tree species, including puspa (Schima wallichii (DC.) Korth). This study aimed to analyze the growth of S. wallichii and estimate above-ground carbon stocks in the Green Wall rehabilitation area at Resort Nagrak, TNGGP. The method used was a line transect with stratified purposive sampling on stands planted in 2008, 2009, and 2010. Observed parameters included tree diameter and height, as well as the estimation of above-ground biomass using the allometric equation. The results showed that S. wallichii planted in 2010 exhibited the best growth performance with an average diameter increment of 1.95 cm/year and a height increment of 0.85 m/year. The average above-ground carbon stock in the rehabilitation area was 84.03 tons C/ha, with S. wallichii contributing 24.09 tons C/ha
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Analisis Variasi Polimorfisme Nukleotida Tunggal (SNP) Pohon Induk Falcataria falcata Toleran dan Rentan Karat Puru</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172400" rel="alternate"/>
<author>
<name>Nasution, Siti Noor Haliza</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172400</id>
<updated>2026-01-29T13:24:54Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Variasi Polimorfisme Nukleotida Tunggal (SNP) Pohon Induk Falcataria falcata Toleran dan Rentan Karat Puru
Nasution, Siti Noor Haliza
Kendala yang sering dihadapi selama beberapa tahun terakhir dalam pengembangan sengon, yaitu penyakit karat puru oleh jamur (Uromycladium falcatariae). Penelitian ini bertujuan melakukan analisis parameter pertumbuhan Falcataria falcata di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah dan menganalisis asosiasi, serta melakukan validasi lokus polimorfisme nukleotida tunggal (SNPs) dalam membedakan genotipe Falcataria falcata yang resisten dan rentan terhadap penyakit karat puru (U.  falcatariae). Uji Mann-Whitney dilakukan untuk menganalisis keparahan serangan penyakit, lalu data SNP diuji menggunakan rumus Chi-Square dan hasilnya disajikan dengan Manhattan Plot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat keragaman genetik yang besar antara populasi sengon toleran dan rentan Hal ini ditunjukkan oleh nilai rata-rata keparahan serangan pada kelompok aksesi sengon rentan lebih besar dari kelompok aksesi sengon toleran (82,85% dan 22,85%). Analisis molekuler berbasis marka Single Nucleotide Polymorphism (SNP) dengan metode High Resolution Melting (HRM) telah berhasil mengidentifikasi perbedaan pola genetik antara aksesi sengon toleran dan rentan. Hasil identifikasi variasi alel menunjukkan bahwa penggunaan primer IAA_1, IAA_2, NUOR_1, NUOR_3, dan WRKY_40 memiliki korelasi signifikan terhadap sifat toleransi tanaman.; A problem that has often been encountered in recent years in the development of sengon is rust disease caused by the fungus Uromycladium falcatariae. This research aims to analyze the growth parameters of Falcataria falcata in Semarang Regency, Central Java, and to analyze the association and validate single nucleotide polymorphism (SNP) loci in distinguishing F. falcata genotypes that are resistant and susceptible to rust disease (U.  falcatariae). The Mann-Whitney test was used to analyze the severity of disease attack, then the SNP data was tested using the Chi-Square formula and the results were presented with a Manhattan Plot. The results showed that there was significant genetik diversity between tolerant and susceptible sengon populations. This was indicated by the average severity of attack in the susceptible sengon accession group being greater than that in the tolerant sengon accession group (82.85% and 22.85%, respectively). Molecular analysis based on Single Nucleotide Polymorphism (SNP) markers using the High Resolution Melting (HRM) method has successfully identified genetik pattern differences between tolerant and susceptible sengon accessions. The results of allele variation identification show that the use of primers IAA_1, IAA_2, NUOR_1, NUOR_3, and WRKY_40 has a significant correlation with plant tolerance traits.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Analisa Single Nucleotide Polymorphism (SNP) pada Aksesi Sengon (Falcataria falcata) Jawa Timur, Toleran terhadap Karat Puru</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172379" rel="alternate"/>
<author>
<name>Miranda, Frida Arthamia</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172379</id>
<updated>2026-01-28T07:48:51Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisa Single Nucleotide Polymorphism (SNP) pada Aksesi Sengon (Falcataria falcata) Jawa Timur, Toleran terhadap Karat Puru
Miranda, Frida Arthamia
Sengon (Falcataria falcata) tergolong jenis pionir yang cepat tumbuh dan berpotensi diberbagai sektor, namun rentan terhadap penyakit karat puru yang disebabkan oleh Uromycladium falcatarium. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi intensitas dan tingkat keparahan serangan penyakit karat puru pada beberapa pohon induk sengon di Jawa Timur dan menentukan genotipenya berdasarkan marka SNP. Evaluasi serangan dilakukan dengan menilai persentase serangan penyakit dilapang. DNA diekstraksi dari sampel 52 pohon sengon dengan 26 aksesi sengon toleran dan rentan. SNP dideteksi dengan teknik HRM. Analisis data serangan dilakukan menggunakan Uji Mann-Whitney, sedangkan data SNP di uji dengan Chi-Square dan divisualisasikan pada Manhattan plot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesi toleran secara signifikan memiliki rata-rata serangan lebih rendah dibandingkan aksesi rentan. Analisis HRM mengidentifikasi variasi alel, gen IAA, NUOR, dan WRKY menunjukkan asosiasi terhadap sifat toleransi. Analisis molekuler menggunakan marka SNP dengan metode HRM berhasil mengidentifikasi perbedaan pola genetik antara sengon toleran dan rentan.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
