<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>UF - Agroindustrial Technology</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/101" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/101</id>
<updated>2026-08-12T08:12:24Z</updated>
<dc:date>2026-08-12T08:12:24Z</dc:date>
<entry>
<title>Perancangan Good Manufacturing Practice (GMP) Untuk Peningkatan Penerapan Standar Laik Higiene Sanitasi (SLHS) Pada UMK XYZ</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178462" rel="alternate"/>
<author>
<name>Nugroho, Muhammad Bian Wahyu</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178462</id>
<updated>2026-08-12T07:31:22Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Perancangan Good Manufacturing Practice (GMP) Untuk Peningkatan Penerapan Standar Laik Higiene Sanitasi (SLHS) Pada UMK XYZ
Nugroho, Muhammad Bian Wahyu
UMK XYZ sebagai usaha jasa boga perlu menerapkan higiene sanitasi dan&#13;
keamanan pangan secara konsisten, namun pedoman Good Manufacturing Practice (GMP) yang terdokumentasi belum tersedia. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tingkat penerapan higiene sanitasi UMK XYZ, menyusun manual GMP sebagai pedoman penerapan higiene sanitasi dan keamanan pangan, serta mengevaluasi hasil simulasi penerapannya terhadap peningkatan skor inspeksi. Metode meliputi pengumpulan data primer dan sekunder, gap analysis menggunakan Formulir Inspeksi Kesehatan Lingkungan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 17 Tahun 2024, penentuan rekomendasi perbaikan, dan penyusunan dokumen GMP. Skor Total Inspeksi awal sebesar 61,37%, dengan kesesuaian terendah pada keselamatan dan kesehatan kerja (16,67%) serta area dapur (48,91%), sehingga UMK belum memenuhi syarat SLHS yang mensyaratkan&#13;
skor minimal 80%. Disusun GMP berisi satu dokumen manual, delapan SOP, dua Instruksi Kerja, lima Form Monitoring, dan dua Checklist. Simulasi penerapannya meningkatkan Skor Total Inspeksi menjadi 82,70%, melampaui ambang SLHS dan mendukung kesiapan UMK XYZ memperoleh sertifikasi.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Pengembangan Model Bisnis dan Strategi Komersialisasi Hair Tonic Berbasis Ekstrak Urang-Aring dan Teh Hijau</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178412" rel="alternate"/>
<author>
<name>Maulana, Fazila Yasmin</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178412</id>
<updated>2026-08-12T04:43:46Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengembangan Model Bisnis dan Strategi Komersialisasi Hair Tonic Berbasis Ekstrak Urang-Aring dan Teh Hijau
Maulana, Fazila Yasmin
Kerontokan rambut dialami oleh 64,7% masyarakat Indonesia usia 16–35 &#13;
tahun, sementara permintaan terhadap produk perawatan rambut berbahan alami &#13;
terus meningkat. PT Ekstrak Alam Germilang mengembangkan hair tonic berbasis &#13;
urang-aring (Eclipta alba L.) dan teh hijau (Camellia sinensis L.) sebagai produk &#13;
baru berbahan alami lokal. Penelitian ini bertujuan merancang model bisnis &#13;
menggunakan Business Model Canvas (BMC) serta menentukan strategi &#13;
komersialisasi melalui Analytical Hierarchy Process (AHP). Data diperoleh &#13;
melalui survei kebutuhan konsumen terhadap 202 responden, uji hedonik &#13;
komparatif terhadap 30 responden, diskusi dengan mitra, penilaian empat pakar &#13;
pemasaran untuk AHP, serta pengujian eksploratif pada platform Shopee. Hasil &#13;
penelitian menunjukkan bahwa e-commerce, khususnya Shopee, merupakan kanal &#13;
distribusi utama yang dipilih 83,33% responden. AHP mengidentifikasi Shopee &#13;
Affiliate sebagai strategi promosi prioritas dengan bobot global 0,309, didorong &#13;
oleh kriteria kesesuaian dengan target konsumen bahan alami sebagai pertimbangan &#13;
tertinggi (bobot 0,352). Harga pokok produksi ditetapkan sebesar Rp12.431 per unit &#13;
dengan harga jual Rp50.000 per botol 100 ml. Pengujian awal pada Shopee selama &#13;
tujuh hari menghasilkan tingkat penambahan ke keranjang sebesar 40,48% dan &#13;
CTR sebesar 15,38% tanpa intervensi promosi, mengindikasikan potensi &#13;
penerimaan pasar awal yang baik.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Rekayasa Produk Shot Drink berbasis Black Garlic dan Sacha Inchi Sebagai Suplemen Kesehatan</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178367" rel="alternate"/>
<author>
<name>Tsaniyah, Inayaturrahmah</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178367</id>
<updated>2026-08-12T04:25:44Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Rekayasa Produk Shot Drink berbasis Black Garlic dan Sacha Inchi Sebagai Suplemen Kesehatan
Tsaniyah, Inayaturrahmah
Peningkatan kebutuhan terhadap pangan fungsional siap konsumsi&#13;
mendorong pengembangan shot drink berbasis black garlic dan minyak sacha&#13;
inchi. Penelitian ini bertujuan merekayasa produk shot drink melalui&#13;
pengembangan formulasi, proses pasteurisasi, validasi mutu, dan pendugaan umur&#13;
simpan menggunakan pendekatan rekayasa produk. Pengembangan dilakukan&#13;
melalui iterasi formulasi dan proses pasteurisasi, kemudian divalidasi berdasarkan&#13;
karakteristik fisikokimia, keamanan pangan, penerimaan sensori, dan umur simpan&#13;
menggunakan metode Accelerated Shelf Life Testing (ASLT) dengan pendekatan&#13;
Arrhenius. Prototipe yang dihasilkan menggunakan formulasi F4 dengan minyak&#13;
sacha inchi hasil roasting 135°C dan penambahan apple cider vinegar 0,50%, serta&#13;
proses pasteurisasi Low Temperature Long Time (LTLT) pada suhu 80°C selama 2&#13;
menit. Hasil validasi menunjukkan bahwa produk memenuhi spesifikasi mutu&#13;
fisikokimia dan keamanan pangan dengan hasil pendugaan umur simpan selama 52&#13;
hari pada suhu ruang. Penelitian ini menghasilkan prototipe shot drink yang&#13;
memenuhi aspek mutu dan keamanan pangan, tetapi target umur simpan minimal&#13;
tiga bulan belum tercapai sehingga peningkatan stabilitas produk masih diperlukan.; The increasing demand for ready-to-drink functional foods has encouraged&#13;
the development of a shot drink formulated from black garlic and sacha inchi oil.&#13;
This study aimed to engineer a functional shot drink through formulation&#13;
development, pasteurization process optimization, product validation, and shelf-life&#13;
estimation using a product engineering approach. Product development was carried&#13;
out through iterative formulation and pasteurization processes, followed by&#13;
validation based on physicochemical characteristics, food safety, sensory&#13;
acceptance, and shelf-life estimation using the Accelerated Shelf Life Testing&#13;
(ASLT) method with the Arrhenius approach. The resulting prototype consisted of&#13;
formulation F4 prepared with sacha inchi oil obtained from roasting at 135°C,&#13;
0.50% apple cider vinegar, and a Low Temperature Long Time (LTLT)&#13;
pasteurization process at 80°C for 2 minutes. Validation results showed that the&#13;
product met the physicochemical quality and food safety requirements, with an&#13;
estimated shelf life of 52 days at room temperature. The study produced a shot drink&#13;
prototype that fulfilled the targeted quality and food safety criteria; however, the&#13;
minimum shelf-life target of three months was not achieved, indicating that further&#13;
improvements in product stability are still required.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Quality Plan Design Berbasis Metode SPC dan FMEA untuk  Meminimalkan Reject Bentuk pada Base Popped Rice Cake di PT XYZ</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178196" rel="alternate"/>
<author>
<name>RAHMAYANI, NADIRA ALIFIA</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178196</id>
<updated>2026-08-11T06:19:34Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Quality Plan Design Berbasis Metode SPC dan FMEA untuk  Meminimalkan Reject Bentuk pada Base Popped Rice Cake di PT XYZ
RAHMAYANI, NADIRA ALIFIA
Reject bentuk pada produksi base popped rice cake di PT XYZ menyebabkan &#13;
kehilangan hasil (yield loss) sehingga diperlukan sistem pengendalian mutu yang &#13;
mampu mengendalikan proses secara lebih sistematis. Penelitian ini bertujuan &#13;
menyusun rancangan Quality Plan dengan mengintegrasikan hasil analisis &#13;
Statistical Process Control (SPC), Fishbone Diagram, Failure Mode and Effects &#13;
Analysis (FMEA), dan hasil iterasi proses sebagai usulan pengendalian mutu untuk &#13;
meminimalkan reject bentuk. Penelitian dilakukan melalui observasi lapangan, &#13;
wawancara, pengumpulan data menggunakan check sheet, serta analisis &#13;
menggunakan Diagram Pareto, P-chart, Fishbone Diagram, dan FMEA. Hasil &#13;
penelitian menunjukkan bahwa reject Group D (tidak mengembang) merupakan &#13;
penyumbang terbesar terhadap total reject, sedangkan FMEA mengidentifikasi &#13;
kondisi pretreatment, suhu mesin, dan tekanan mesin sebagai prioritas &#13;
pengendalian. Berdasarkan hasil tersebut disusun Quality Plan yang &#13;
mengintegrasikan parameter proses, batas spesifikasi, metode pemantauan, &#13;
frekuensi pemeriksaan, penanggung jawab, tindakan korektif, serta dokumen &#13;
pendukung pada tahap pretreatment dan popping. Validasi oleh pihak manajerial &#13;
PT XYZ menunjukkan tingkat kelayakan sebesar 100% dengan kategori sangat &#13;
layak. Quality Plan yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi pedoman &#13;
pengendalian mutu untuk menjaga konsistensi proses produksi base popped rice &#13;
cake di PT XYZ.; Shape defects in base popped rice cake production at PT XYZ result in yield loss, &#13;
highlighting the need for a more systematic quality control system. This study aimed &#13;
to develop a Quality Plan by integrating the results of Statistical Process Control &#13;
(SPC), Fishbone Diagram, Failure Mode and Effects Analysis (FMEA), and &#13;
process iteration as a proposed quality control approach to minimize shape defects. &#13;
The research involved field observations, interviews, data collection using check &#13;
sheets, and analyses employing the Pareto Diagram, P-chart, Fishbone Diagram, &#13;
and FMEA. The results showed that Group D defects (unexpanded products) &#13;
contributed the largest proportion of total rejects, while FMEA identified &#13;
pretreatment conditions, machine temperature, and machine pressure as the &#13;
priority process parameters requiring control. Based on these findings, a Quality &#13;
Plan was developed comprising process control parameters, specification limits, &#13;
monitoring methods, inspection frequency, responsible personnel, corrective &#13;
actions, and supporting documents for the pretreatment and popping stages. &#13;
Validation by PT XYZ management yielded a feasibility score of 100%, indicating &#13;
that the proposed Quality Plan is highly feasible as a guideline for maintaining &#13;
process consistency in base popped rice cake production at PT XYZ.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
