Show simple item record

dc.contributor.advisorHubaes, Musa
dc.contributor.advisorSuryahadi
dc.contributor.authorHajirin
dc.date.accessioned2018-04-18T06:50:54Z
dc.date.available2018-04-18T06:50:54Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/91427
dc.description.abstractKabupaten Barru merupakan salah satu dari tujuh kawasan pengembangan Sapi Bali di Indonesia. Pengembangan Sapi Bali yang berkelanjutan ditentukan oleh faktor Internal dan Ekternal. Oleh sebab itu dibutuhkan langkah dan strategi yang efektif untuk agar faktor-faktor tersebut dapat dikendalikan. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pengembangan usaha peternakan Sapi Bali dengan menggunakan analisis Strengths, Weakness, Opportunities dan Threats (SWOT). Faktor internal dan eksternal dianalisis dengan menggunakanmatriks Internal External (IE) untukmemperoleh matriks SWOT dan strategi pengembangannya dirumuskan dengan menggunakan matriks Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peternak Sapi Bali yang ada di Kecamatan Barru (1.250 peternak) Pada setiap desa diambil acak sederhana 10% dari populasi, sehingga diperoleh 125 peternak dari 10 desa. Dari 125 peternak dilakukan purposive sampling untu kmemilih tujuh orang pedagang Sapi Bali yang mempunyai tempat pemotogan hewan (TPH) mulai dari Barru, Balusu, Tanete Rilau dan Tanete Riaja sebagai contoh dan tiga pakar. Hasil analisis matriks Internal Factor Evaluation (IFE) menunjukkan bahwa Pengembangan Sapi Potong di Kabupaten Barru memiliki faktor internal yang berada di atas rataaan dengan skor2,740, sedangkan total nilai yang diperoleh pada matriks External Faktor Evaluation (EFE) adalah 2,519 yang berarti Pengembangan Sapi Potong di kabupaten Barru cukup baik dalam merespon peluang dan meminimalisasi ancaman yang dihadapinya. Untuk mengetahui posisi usaha pengembangan sapi potong di kabupaten Barru terhadap faktor internal danfaktor external yang dihadapinya dilakukan analisis menggunakan matriks IE. Perpaduan skor IFE dan EFE dalam matriks IE menunjukkan bahwa posisi pengembangan usaha sapi potong di Kabupaten Baru berada pada kuadran V, stabilitas dan pertumbuhan. Hal ini mengindikasikan bahwa pengembangan sapi potong di kabupaten Barru memiliki peluang dipertahankan dan terus dipelihara dengan strategi pengembangan adalah meningkatkan motivasi beternak bagi masyarakat dengan penerapan usaha yang ekonomis, yang didukung oleh tersedianya pelayanan kesehatan hewan dan Inseminasi Buatan (IB).id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcSmall Scale Industryid
dc.subject.ddcBusiness developmentid
dc.subject.ddc2017id
dc.subject.ddcBaru-SULSELid
dc.titleStrategi Pengembangan Sapi Potong Di Wilayah Pengembangan Sapi Bali Kabupaten Barruid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordStrategi Pengembanganid
dc.subject.keywordpeternak sapi potongid
dc.subject.keywordSapi Baliid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record