Show simple item record

dc.contributor.advisorHubeis, Musa
dc.contributor.advisorTrilaksani, Wini
dc.contributor.authorSubakir, Agus Andi
dc.date.accessioned2018-04-18T06:10:35Z
dc.date.available2018-04-18T06:10:35Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/91388
dc.description.abstractPersoalan gizi pada kelompok bawah lima tahun (balita) masih menjadi masalah serius bagi sebagian Kabupaten/Kota di Jawa Tengah. Provinsi Jawa Tengah selama enam tahun berturut-turut (2005-2010) masuk ke dalam kategori 10 provinsi dengan kasus tertinggi. Di tahun 2006, Jawa Tengah menyumbang angka gizi buruk tertinggi dalam skala nasional, yaitu 10.376 kasus. Tahun 2013 kasus gizi buruk di Jawa Tengah berjumlah 2.475 kasus meningkat apabila dibandingkan tahun 2012 sejumlah 1.131 kasus. Ikan sebagai sumber pangan hewani seyogyanya menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kondisi gizi buruk. Tujuan penelitian adalah (1) Mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang memengaruhi konsumsi ikan masyarakat berpendapatan rendah di Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Demak, (2) Merumuskan strategi peningkatan konsumsi ikan masyarakat berpendapatan rendah di Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Demak. Penelitian ini menggunakan alat analisis Strenght, Weakness, Oportunities, dan Threats (SWOT) dan Analytic Hierarcy Process (AHP). Melalui pendekatan ini diperoleh alternatif beserta prioritas alternatif strategi dalam meningkatkan konsumsi ikan masyarakat berpendapatan rendah. Responden dalam penelitian ini adalah kosumen ikan (ibu rumah tangga), dan pakar yang terdiri dari Pemerintah Daerah (PEMDA), Tokoh Masyarakat, Nelayan/Pembudidaya, Pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Pelaku Media. Analisis Internal Faktor Evaluation (IFE) dan Eksternal Faktor Evaluation (EFE) menunjukkan bahwa kondisi internal Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Demak cukup kuat dan mampu menggunakan kekuatan yang dimiliki untuk mengantisipasi kelemahan yang dimiliki dan melalui pengoptimalan peluang yang dimiliki Kabupaten Boyolali dan Demak yang didukung oleh regulasi pemerintah dinilai mampu mengatasi ancaman-ancaman yang menjadi penghambat upaya peningkatan konsumsi ikan masyarakat berpendapatan rendah. Berdasarkan analisis SWOT diperoleh alternatif strategi terhadap kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dalam peningkatan konsumsi ikan masyarakat berpendapatan rendah di Kabupaten Boyolali dan Demak, yaitu (a) pelatihan dan pendidikan terhadap nelayan, pembudidaya dan pelaku UKM olahan ikan, (b) promosi dan sosialisasi Gemarikan melalui media cetak, sosial, dan elektronik, (c) alternatif bank benih ikan untuk menjaga keberlanjutan produksi ikan dan permintaan konsumen, (d) memperbaiki sistem distribusi dan rantai tata niaga ikan dari produsen ke konsumen akhir, (e) adanya kebijakan penetapan standar harga ikan untuk masyarakat berpendapatan rendah, dan (f) menciptakan kompetisi bisnis yang sehat antara pihak swasta dan UKM. Hasil analisis AHP ditemukan bahwa alternatif strategi yang menjadi prioritas utama dalam meningkatkan konsumsi ikan pada masyarakat berpendapatan rendah yaitu melalui promosi dan sosialisasi Gemarikan melalui media cetak, media elektronik dan media sosial.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcSmall scale industryid
dc.subject.ddcLow-incomeid
dc.subject.ddc2017id
dc.subject.ddcDemak-JATENGid
dc.titleStrategi Peningkatan Konsumsi Ikan Masyarakat Berpendapatan Rendah di Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Demakid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordikanid
dc.subject.keywordkonsumsiid
dc.subject.keywordmasyarakatid
dc.subject.keywordpendapatan rendahid
dc.subject.keywordstrategiid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record