| dc.description.abstract | Keberhasilan pembangunan sumber daya manusia diukur dengan
menggunakan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). IPM dihitung dengan
menggunakan tiga indikator yaitu indeks kesehatan yang diproksi dalam Angka
Harapan Hidup (AHH), indeks pendidikan, dan standar kehidupan. Pada tahun
2015 nilai IPM Provinsi Banten adalah 70.27 pada kategori “tinggi”. Namun tiap
tahun kecepatan pertumbuhan IPM Provinsi Banten justru mengalami
perlambatan, pada tahun 2015 pertumbuhan IPM Provinsi Banten mengalami
penurunan sebesar 0.5 persen dari tahun sebelumnya. Salah satu faktor penyebab
menurunnya kecepatan pertumbuhan IPM di Provinsi Banten adalah masih
rendahnya nilai AHH yang berada di bawah rata-rata nasional. AHH Provinsi
Banten pada tahun 2015 adalah 69.43 Tahun, angka tersebut lebih rendah jika
dibandingkan dengan AHH Indonesia yakni sebesar 70.78 Tahun. Jika diperingkat
secara nasional, AHH Provinsi Banten menempati urutan ke-19. Di pulau Jawa
peringkat AHH Provinsi Banten menempati posisi terendah dibandingkan dengan
provinsi lain yang ada di Pulau Jawa.
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kondisi pembangunan kesehatan
di Provinsi Banten, menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap indeks
kesehatan, serta merumuskan strategi peningkatan indeks kesehatan Provinsi
Banten. Penelitian ini dilakukan di lingkungan pemerintah Provinsi Banten.
Pengumpulan data terkait variabel penelitian dan pembangunan kesehatan
Provinsi Banten diperoleh melalui Badan Pusat Statistik (BPS), Direktorat
Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK), Badan Perencanaan Pembangunan
Daerah (Bappeda), Dinas Kesehatan dan Dinas Pengelola Keuangan dan Aset
Daerah (DPKAD). Sedangkan untuk perumusan strategi dilakukan malalui
wawancara kepada Bappeda, DPKAD dan Dinas Kesehatan Provinsi Banten
untuk mengidentifikasi informasi terkait komponen SWOT. Selanjutnya,
dirumuskan strategi untuk meningkatkan indeks kesehatan Provinsi Banten dan
dituangkan pada matriks SWOT. Berdasarkan strategi tersebut dibuat rancangan
arsitektur strategi berupa alternatif program untuk mencapai sasaran yaitu
peningkatan indeks kesehatan di Provinsi Banten.
Penelitian terhadap kondisi pembangunan kesehatan di Provinsi Banten
dilakukan dengan analisis deskriptif, meliputi capaian pembangunan kesehatan
melalui indikator-indikator kesehatan yang biasa digunakan untuk mengukur
pembangunan kesehatan suatu daerah yang meliputi AHH, Angka Kematian Ibu
dan Bayi, Ketersediaan sarana kesehatan dan tenaga medis di Provinsi Banten.
Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa belanja kesehatan pemerintah tidak
berpengaruh terhadap AHH, sedangkan variabel pendapatan per kapita, jumlah
rumah sakit, jumlah dokter, dan imunisasi berpengaruh positif terhadap AHH.
Hasil analisis SWOT dan arsitektur strategi yang telah dilakukan, diperoleh
enam strategi yang akan diusulkan dalam upaya peningkatan indeks kesehatan di
Provinsi Banten yaitu: 1). Penyempurnaan kualitas perencanaan pembangunan
kesehatan; 2). Meningkatkan kemitraan dengan swasta dan dunia usaha serta
kerjasama antara pusat, provinsi dan Kabupaten/ Kota; 3). Penyempurnaan
kebijakan dan penganggaran di bidang kesehatan; 4). Melaksanakan promosi dan
edukasi terkait dengan perilaku hidup sehat dan gizi, serta meningkatkan kualitas
penanganan terkait masalah tersebut; 5). Meningkatkan kuantitas dan kualitas
penerima layanan BPJS dan 6). Meningkatkan koordinasi dengan pemerintah
pusat, pemerintah Kabupaten/Kota, serta masyarakat dalam melaksanakan
program kesehatan. | id |