Show simple item record

dc.contributor.advisorBaga, Lukman M
dc.contributor.advisorFalatehan, A Faroby
dc.contributor.authorPriyantono, Heru
dc.date.accessioned2018-01-08T04:33:27Z
dc.date.available2018-01-08T04:33:27Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/88581
dc.description.abstractAnggaran merupakan instrumen pemerintah dalam melaksanakan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. Pengelolaan anggaran dimulai dari proses perencanaan sampai dengan pertanggungjawaban anggaran. Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, rangkaian proses pelaksanaan anggaran menghadapi permasalahan yang cukup klasik, yaitu masih terjadi penumpukan penyerapan anggaran pada akhir tahun. Kondisi yang berbeda ditunjukan oleh KPPN Jakarta II, dimana penyerapan anggaran sudah tidak terkonsentrasi pada akhir tahun anggaran. Telah terjadi keberimbangan penyerapan anggaran pada semester satu dan semester dua tiap tahun. Namun demikian, jika dilihat dari persentase rata-rata penyerapan anggaran antar KPPN dalam lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi DKI Jakarta, dalam dua terakhir penyerapan anggaran KPPN Jakarta II masih dibawah rata-rata. Berdasarkan pada kondisi tersebut, maka tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk merumuskan strategi optimalisasi penyerapan anggaran KPPN Jakarta II. Tahap awal dari kegiatan ini adalah mengidentifikasi bagaimana pola penyerapan anggaran. Selanjutnya dilakukan analisis mengenai apasaja faktorfaktor strategis yang mempengaruhi penyerapan anggaran, serta terakhir memformulasikan berbagai alternatif strategi dalam upaya optimalisasi tingkat penyerapan anggaran. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, metode yang tepat dan akurat harus digunakan, sehingga dapat memberikan rekomendasi yang tepat dan dapat dilaksanakan. Dengan menggunakan analisis regresi linier berganda dapat diketahui bagaimana elastisitas pola penyerapan anggaran. Melalui analisis EFAS dan IFAS dapat diketahui apasaja faktor-faktor yang mempengaruhi penyerapan anggaran. Berpijak dari hasil analisis EFAS dan IFAS, selanjutnya disusun kombinasi interaksi dari faktor-faktor tersebut kedalam alternatif strategi dalam matriks SWOT. Berdasarkan alternatif strategi dalam matriks SWOT, tahap akhir dari penelitian ini adalah memformulasikan strategi optimalisasi penyerapan anggaran KPPN Jakarta II melalui pendekatan arsitektur strategi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola penyerapan anggaran sudah proporsional, dimana tren penyerapan anggaran tiap triwulan secara berurutan adalah 21, 25, 23 dan 26 persen. Disamping dipengaruhi jenis mekanisme pembayaran yang digunakan dengan arah hubungan positif, elastisitas penyerapan anggaran juga dipengaruhi oleh penyerapan anggaran pada triwulan sebelumnya dengan arah hubungan negatif dalam satu tahun anggaran yang sama. Dari hasil analisis IFAS dan EFAS ditemukan empat faktor utama yang mempengaruhi penyerapan anggaran KPPN Jakarta II, yaitu (1) pengelola anggaran yang kompeten; (2) keengganan menjadi pengelola anggaran; (3) diklat pengelolaan anggaran; dan (4) kelengkapan dokumen pembayaran dari penyedia barang dan jasa. Keempat faktor tersebut menjadi pertimbangan utama dalam perumusan alternatif strategi dalam matriks SWOT. Selanjutnya, berdasarkan matriks SWOT diformulasikan arsitektur strategi dalam rangka optimalisasi penyerapan anggaran KPPN Jakarta II, yaitu dengan mengintegrasikan seluruh kegiatan ke dalam desain arsitektur strategi optimalisasi penyerapan anggaran KPPN Jakarta II.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcRegional Developmentid
dc.subject.ddcBudget disbursementid
dc.subject.ddc2017id
dc.subject.ddcKPPN-JAKARTAid
dc.titleStrategi Optimalisasi Penyerapan Anggaran Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Jakarta IIid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordArsitektur strategiid
dc.subject.keywordEFASid
dc.subject.keywordIFASid
dc.subject.keywordpenyerapan anggaranid
dc.subject.keywordSWOTid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record