Show simple item record

dc.contributor.advisorHarianto
dc.contributor.advisorFalatehan, A. Faroby
dc.contributor.authorSani, Balgi Fahmi
dc.date.accessioned2017-11-03T07:33:45Z
dc.date.available2017-11-03T07:33:45Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/88280
dc.description.abstractSistem Informasi Perencanaan, Monitoring dan Evaluasi Pembangunan (SIMRAL) atau yang biasa disebut e-planning sebagai sarana pengolahan data elektronik, melaksanakan pengumpulan bahan dan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta evaluasi penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah. Acuan dari sistem tersebut adalah Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan, Perencanaan Pembangunan Daerah. Tujuan utama kajian ini adalah merumuskan strategi Pemerintah Kota Bogor dalam mempersiapkan penerapan perencanaan pembangunan berbasis eplanning. Sedangkan tujuan lainnya yakni menganalisis keselarasan antara sistem dengan peraturan dan menganalisis beberapa variabel yang diduga mempengaruhi kesiapan penerapan perencanaan pembangunan berbasis e-planning. Berdasarkan hasil analisis persamaan regresi logistik menunjukkan bahwa variabel sumberdaya manusia, komitmen pemangku kebijakan, sarana prasarana dan sistem informasi secara bersama-sama mempengaruhi kesiapan perencanaan pembangunan berbasis e-planning sebesar 57.1%. Sedangkan variabel yang secara signifikan mempengaruhi kesiapan dalam menerapkan perencanaan pembangunan berbasis e-planning adalah variabel sumberdaya manusia dan variabel sistem informasi. Analisis SWOT digunakan dalam merumuskan strategi untuk mempersiapkan penerapan perencanaan pembangunan berbasis e-planning, dimana objeknya adalah Tim SIMRAL Pemerintah Kota Bogor yang terlibat langsung dalam proses penerapan e-planning tersebut. Melalui analisis SWOT dapat diidentifikasi faktor internal dan faktor eksternal yang menghasilkan 5 (lima) faktor kekuatan, 8 (delapan) faktor kelemahan, 4 (empat) faktor peluang, dan 3 (tiga) faktor ancaman. Setelah dilakukan pembobotan pada masing–masing faktor dirumuskanlan alternatif grand strategy, adapun strategi yang memperoleh bobot paling tinggi adalah strategi Weakness-Opportunity (WO) yakni tingkatkan kualitas sumberdaya manusia khususnya para operator e-planning dan tingkatkan kesiapan berbagai faktor untuk menunjukkan komitmen terhadap penerapan eplanning. Penterjemahan alternatif strategi ke dalam tindakan strategik akan dilakukan melalui penyusunan kebijakan operasional yang merupakan acuan dalam bentuk penjabaran melalui program dan kegiatan, dimana untuk mewujudkan kesiapan Pemerintah Kota Bogor dalam penerapan e-planning diperlukan kegiatan bimbingan teknis berbagai keterampilan sebagai upaya peningkatan kualitas SDM terutama bagi para operator e-planning.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcEconomicsid
dc.subject.ddcEconomics Developmentid
dc.subject.ddc2016id
dc.subject.ddcBogor, Jawa Baratid
dc.titleStrategi Pemerintah Kota Bogor Terhadap Kesiapan Penerapan Perencanaan Pembangunan Berbasis E-Planningid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordKesiapanid
dc.subject.keyworde-planningid
dc.subject.keywordImplementasiid
dc.subject.keywordSWOTid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record