Strategi Pemerintah Kota Bogor Terhadap Kesiapan Penerapan Perencanaan Pembangunan Berbasis E-Planning
View/ Open
Date
2017Author
Sani, Balgi Fahmi
Harianto
Falatehan, A. Faroby
Metadata
Show full item recordAbstract
Sistem Informasi Perencanaan, Monitoring dan Evaluasi Pembangunan
(SIMRAL) atau yang biasa disebut e-planning sebagai sarana pengolahan data
elektronik, melaksanakan pengumpulan bahan dan penyusunan pedoman dan
petunjuk teknis serta evaluasi penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah.
Acuan dari sistem tersebut adalah Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54
Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008
tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan,
Perencanaan Pembangunan Daerah.
Tujuan utama kajian ini adalah merumuskan strategi Pemerintah Kota
Bogor dalam mempersiapkan penerapan perencanaan pembangunan berbasis eplanning.
Sedangkan tujuan lainnya yakni menganalisis keselarasan antara sistem
dengan peraturan dan menganalisis beberapa variabel yang diduga mempengaruhi
kesiapan penerapan perencanaan pembangunan berbasis e-planning.
Berdasarkan hasil analisis persamaan regresi logistik menunjukkan bahwa
variabel sumberdaya manusia, komitmen pemangku kebijakan, sarana prasarana
dan sistem informasi secara bersama-sama mempengaruhi kesiapan perencanaan
pembangunan berbasis e-planning sebesar 57.1%. Sedangkan variabel yang secara
signifikan mempengaruhi kesiapan dalam menerapkan perencanaan pembangunan
berbasis e-planning adalah variabel sumberdaya manusia dan variabel sistem
informasi.
Analisis SWOT digunakan dalam merumuskan strategi untuk
mempersiapkan penerapan perencanaan pembangunan berbasis e-planning,
dimana objeknya adalah Tim SIMRAL Pemerintah Kota Bogor yang terlibat
langsung dalam proses penerapan e-planning tersebut. Melalui analisis SWOT
dapat diidentifikasi faktor internal dan faktor eksternal yang menghasilkan 5
(lima) faktor kekuatan, 8 (delapan) faktor kelemahan, 4 (empat) faktor peluang,
dan 3 (tiga) faktor ancaman. Setelah dilakukan pembobotan pada masing–masing
faktor dirumuskanlan alternatif grand strategy, adapun strategi yang memperoleh
bobot paling tinggi adalah strategi Weakness-Opportunity (WO) yakni tingkatkan
kualitas sumberdaya manusia khususnya para operator e-planning dan tingkatkan
kesiapan berbagai faktor untuk menunjukkan komitmen terhadap penerapan eplanning.
Penterjemahan alternatif strategi ke dalam tindakan strategik akan
dilakukan melalui penyusunan kebijakan operasional yang merupakan acuan
dalam bentuk penjabaran melalui program dan kegiatan, dimana untuk
mewujudkan kesiapan Pemerintah Kota Bogor dalam penerapan e-planning
diperlukan kegiatan bimbingan teknis berbagai keterampilan sebagai upaya
peningkatan kualitas SDM terutama bagi para operator e-planning.
Collections
- MT - Professional Master [909]
