Show simple item record

dc.contributor.advisorJaya, I Nengah Surati
dc.contributor.advisorTarigan, Suria Darma
dc.contributor.authorPriyanto, Dedi
dc.date.accessioned2017-05-23T02:22:46Z
dc.date.available2017-05-23T02:22:46Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/85412
dc.description.abstractPemodelan spasial dan dinamis memiliki posisi yang sangat strategis pada perencanaan wilayah. Penelitian ini menggambarkan pembangunan pemodelan spasial pada kemenarikan lahan yang digabungkan dengan pemodelan dinamis untuk pembangunan berkelanjutan di Kota Surabaya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengembangkan kemenarikan lahan hutan kota, bakau dan lain-lain untuk pembangunan berkelanjutan, dengan tujuan spesifik untuk mengidentifikasi bobot-bobot faktor pendorong yang mempengaruhi kemenarikan lahan permukiman, industri dan komersial. Model kemenarikan lahan dibangun dari 15 faktor pendorong yang dipengaruhi fisik, ekonomi dan sosial. Analisis spasial menggunakan the model goodness of fit untuk mengidentifikasi faktor pendorong dengan ekspansi lahan permukiman, industri dan komersial. Ekspansi lahan dalam kemenarikan lahan memberikan tekanan pada lahan khususnya hutan produksi dan bakau sebagai sumber daya alam yang harus dilindungi. Kemenarikan lahan merupakan lahan yang berpotensi untuk dikonversi menjadi lahan lain karena lahan tersebut memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi. Tingginya nilai ekonomi di lahan dipengaruhi oleh faktor pendorong dan diperoleh dengan menghitung keuntungan paling maksimal dan biaya transportasi yang paling kecil. Faktor pendorong dikelompokan menjadi 4 sifat yaitu alamiah, biofisik, kebijakan ekonomi dan social. Alamiah (fisik) merupakan faktor yang bersumber dari kondisi alam dan dicerminkan oleh topografi dan sungai. Bio-fisik merupakan faktor yang bersumber dari interaksi manusia dengan kondisi fisik, dan dicerminkan oleh jaringan jalan, jaringan transportasi, pusat ekonomi dan infrastruktur. Kebijakan ekonomi merukan faktor yang dibuat oleh manusia untuk merencanakan lahan, itu dicerminkan oleh izin perumahan dan industri. Sosial merupakan faktor yang bersumber dari interaksi manusia dengan manusia lainnya sebagai makhluk sosial. Pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan yang memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi mereka sendiri. Pembangunan berkelanjutan membutuhkan keseimbangan ekonomi, social dan lingkungan. Penelitian ini mempertimbangkan ekonomi, sosial dan lingkungan yang dihitung melalui pendekatan model dinamis. Tetangga terdekat dan jaringan jalan merupakan faktor pendorong yang paling mempengaruhi permukiman dan industri di Kota Surabaya, sementara tetangga terdekat dan stasiun bis merupakan faktor pendorong yang paling mempengaruhi ekspansi komersil. Sementara itu model dinamis dari ekonomi, penduduk dan tenaga kerja di Kota Surabaya menunjukan sebuah kondisi yang berkelanjutan tetapi ketersediaan lahan permukiman, industri dan komersial menunjukan sebuah kota yang padat. Pertumbuhan ekonomi stabil diatas 6% sampai 2035 sementara tingkat pengangguran dibawah 6% dan penduduk mencapai 3,651,173 orang di tahun 2035.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcEnvironmental Scienceid
dc.subject.ddcNatural Resourcesid
dc.subject.ddc2016id
dc.subject.ddcJakarta - Indonesiaid
dc.titlePemodelan Spasial Pada Kemenarikan Lahan Untuk Pembangunan Berkelanjutan Di Kota Surabayaid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordKemenarikan Lahanid
dc.subject.keywordModel Dinamisid
dc.subject.keywordPembangunan Kotaid
dc.subject.keywordSIGid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record