dc.description.abstract | Sektor konstruksi merupakan sektor penting dalam mendukung proyek pembangunan di Indonesia. Pengembangan sektor konstruksi memerlukan peran sektor perbankan untuk membantu akses permodalan melalui pemberian pembiayaan dan kredit. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pembiayaan dan kredit sektor konstruksi pada perbankan syariah dan konvensional di Indonesia dengan menggunakan model Vector Autoregression / Vector Error Correction Model (VAR/VECM) dengan data bulanan periode 2006 hingga 2014. Selanjutnya penelitian ini juga menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pembiayaan dan kredit sektor konstruksi antar wilayah di Indonesia dengan menggunakan model panel data dengan melibatkan data 33 provinsi di Indonesia periode 2009 hingga 2013.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang memengaruhi pembiayaan dan kredit sektor konstruksi di Indonesia yaitu Dana Pihak Ketiga, Indeks Harga Perdagangan Besar, bonus Sertifikat Bank Indonesia Syariah (suku bunga Sertifikat Bank Indonesia), persentase Non Performing Financing (Non Performing Loan), Indeks Harga Konsumen dan equivalent rate pembiayaan (suku bunga kredit). Selanjutnya pada analisis panel data menunjukkan bahwa pembiayaan dan kredit sektor konstruksi belum merata antar wilayah. Sektor konstruksi masih terpusat diwilayah Jawa, khususnya di DKI Jakarta. Faktor-faktor yang memengaruhinya yaitu penghimpunan DPK, persentase NPF/NPL, PDRB perkapita dan PDRB Sektor Konstruksi pada masing-masing wilayah. Untuk pulau Jawa, jumlah DPK, PDRB sektor konstruksi dan PDRB perkapita relatif lebih tinggi sedangkan nilai persentase NPF/NPL relatif lebih rendah dibandingkan wilayah lain. | id |