Show simple item record

dc.contributor.authorLumban Gaol, Jonson; Arhatin E, Risti; Zamani P, Neviaty; Madduppa, Hawis H.
dc.date.accessioned2015-05-06T03:04:50Z
dc.date.available2015-05-06T03:04:50Z
dc.date.issued2009-11-23
dc.identifier.isbn978-979-1266-47-5
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/75035
dc.description.abstractKelangkaan data spasial kelautan merupakan permasalahan mendasar dalam perencanaan pembangunan kelautan di negara berkembang seperti Indonesia. Untuk mengatasi permasalahan ini, teknologi inderaja menjadi salah satu alternatif pilihan. Salah satu ekosistem laut yang mengandung kekayaan sumberdaya alam adalah ekosistem terumbu karang. Pemanfaatan data inderaja untuk pemetaan ekosistem terumbu karang telah diperkenalkan di indonesia sejak tahun 90-an dan saat ini sudah umum digunakan di indonesia. Namun demikian, data inderaja mempunyai keterbatasan untuk memetakan objek terumbu karang karena berada hingga kedalam tertentu yang tidak ada penetrasi cahaya. Pola distribusi terumbu karang yang mengikuti geomorfologi dasar perairan sangat mempengaruhi hasil penginderaan. Hasil penelitian di kepulauan Una-una Togean menunjukan bahwa interoretasi dari citra satelit tidak menggambarkan kondisi terumbu karang yang sesungguhnya.en
dc.language.isoid
dc.titleProsiding Forum Riset Geomarinen
dc.title.alternativeProsiding Forum Riset Geomarinen
dc.typeArticleen
dc.subject.keyworddata spasial, kelautan, inderaja, terumbu karangen


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record