View Item 
      •   IPB Repository
      • IPBana
      • Articles
      • Faculty of Agriculture
      • Agronomy and Horticulture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • IPBana
      • Articles
      • Faculty of Agriculture
      • Agronomy and Horticulture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Kriteria Kematangan Pascapanen Pisang Raja Bulu dan Pisang Kepok

      Thumbnail
      View/Open
      PRO2013_WDW.pdf (301.1Kb)
      Prosiding PERHORTI 2013- Cover Buah.pdf (4.921Mb)
      Date
      2014-06-12
      Author
      Sutowijoyo, D.
      Widodo, W. D.
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Pisang merupakan salah satu produk buah unggulan nasional. Pisang terbagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok pisang konsumsi segar dengan contoh pisang Raja Bulu dan kelompok pisang konsumsi olahan dengan contoh pisang Kepok. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari kriteria kematangan pisang Raja Bulu dan pisang Kepok dari 5 umur petik dalam rangka mementukan saat panen terbaik untuk penanganan pascapanen. Umur petik yang digunakan adalah 95, 100, 105, 110 dan 115 hari setelah antesis (HSA) untuk pisang Raja Bulu dan 110, 115, 120, 125 dan 130 HAS untuk pisang Kepok. Kulit buah dari kelima macam umur petik masih berwarna hijau (skala warna 1). Pengamatan visual dilakukan terhadap umur simpan saat warna kulit buah mencapai skala 3, 4, 5, 6 dan 7 yang diikuti dengan pengukuran kualitas kematangan yang meliputi kekerasan, susut bobot, kandungan padatan terlarut total (PTT), asam tertritrasi total (ATT) dan vitamin C. Hasil penelitian menunjukan bahwa buah yang dipetik pada umur tua lebih cepat mencapai kematangan pascapanen dibandingkan buah yang dipetik pada umur yang lebih muda. Tidak ada perbedaan kekerasan buah dan kandungan PTT pada buah saat mencapai tingkat kematangan dengan warna kulit skala 5. Secara umum untuk kedua jenis pisang, peningkatan umur petik maka akan menurunkan persentase susut bobot, edible part, kandungan ATT dan kandungan vitamin C. Umur petik yang optimum untuk keperluan penanganan pascapanen yang bertujuan memperpanjang masa simpan adalah 95 HAS untuk pisang Raja Bulu dan 110 HAS untuk pisang Kepok.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/69112
      Collections
      • Agronomy and Horticulture [611]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository