View Item 
      •   IPB Repository
      • IPBana
      • Articles
      • Faculty of Agricultural Technology
      • Civil Engineering and Environment
      • View Item
      •   IPB Repository
      • IPBana
      • Articles
      • Faculty of Agricultural Technology
      • Civil Engineering and Environment
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Konsep Kesetimbangan Massa dan Aliran Hidrolik Model Completely Mixed pada Unit Pengolahan Air Limbah Industri

      Thumbnail
      View/Open
      Prosiding Seminar Nasional 2.pdf (8.519Mb)
      Date
      2013-09-10
      Author
      Kurniawan, Allen
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Penggunaan kesetimbangan massa (massbalance) pada pengolahan air limbah untuk mengetahui konsentrasi substansi yang mengalami perubahan pada setiap unit pengolahan. Pada model reaktor Completely Mixed, nilai perpindaban substansi di dalam reaktor harus seimbang dengan jumlah sisa produsi yang dihasilkan oleh proses fisik dan kimiawi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui substansi secara detail berupa jumlah debit, padatan, dan substrat yang masuk dan keluar dari setiap unit pengolahan air limbah. Pengambilan contoh air limbah dilakukan salah satu industri di Jakarta, pada 5 titik sumber dengan sistem tercampur. Dari hasil pengukuran karakteristik fisik dan kimiawi air limbah, dua parameter yaitu Biochemical Oxygen Demand (BOD) sebesar 661 mg/L, Total Suspended Solid (TSS) sebesar 342 mg/L, serta debit sebesar 0,12 m3/detik digunakan sebagai data awal untuk analisis kesetimbangan massa. Unit pengolahan yang akan dirancang adalah bar screen, gritcbamber, sedimentasi primer, lumpur aktif sedimentasi sekunder, desinfeksi, serta unit pengolahan lumpur (thickener, digester anaerobik, sentrifugasi). Pada diagram alir kesetimbangan massa, supernatan dan lumpur diperhitungkan dengan memperhatikan aliran pada setiap unit operasi dan proses, tanpa mengacu pada waktu detensi. Dari analisis tersebut, debit aliran bawah (underflow) pada unit pengolahan lebih kecil dibandingkan aliran utama (main liquid stream), sedangkan konsentrasi TSS meningkat ketika memasuki unit pengolahan lumpur. Pengulangan (iterasi) perhitungan dibutuhkan untuk mendapatkan akurasi nilai variabel terbaik. Data yang diperoleh sangat berguna sebagai acuan dasar dalam merancang unit pengolahan air Iimbah.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/69068
      Collections
      • Civil Engineering and Environment [170]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository