Show simple item record

dc.contributor.authorKardiyono
dc.contributor.authorAhmad, Usman
dc.date.accessioned2014-05-22T03:32:08Z
dc.date.available2014-05-22T03:32:08Z
dc.date.issued2009-11
dc.identifier.isbn978-602-8878-12-8
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/68969
dc.description.abstractPemanenan buah jarak pagar (rotasi panen) dilakukan setiap waktu tertentu sesuai dengan keragaman tingkat kematangan buah dan ketersediaan tenaga kerja. Penanganan pascapanen jarak pagar perlu mendapatkan perhatian khusus terkait sifat karakteristik biji jarak pagar yang mudah mengalami kerusakan. Salah satu perubahan parameter mutu biji perlu dikendalikan dalam penanganan pascapanen adalah asam lemak bebas (ALB). Nilai ALB yang rendah dapat membantu proses pengolahan biodiesel menjadi sederhana (transesterifikasi) sehingga biaya pengolahan lebih ekonomis. Penelitian ini bertujuan mempelajari perubahan sifat fisik dan kimia akibat penundaan pengeringan setelah panen. Penelitian dilakukan di Laboratorium Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian Institut Pertanian Bogor. Percobaan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial terdiri dari 2 faktor dengan ulangan 3 kali. Faktor pertama berupa bentuk bahan saat penundaan pengeringan yaitu bentuk buah dan biji. Sedangkan faktor kedua berupa lama waktu penundaan pengeringan terdiri dari 0, I, 2, dan 3 hari. Parameter yang diamati adalah wama, Kadar air, Kadar minyak, rendemen, aktivitas enzim lipase, asam lemak bebas, bilangan iod, dan total plate count (TPC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mutu biji jarak pagar relatif stabil selama penundaan pengeringan. Penundaan proses pengeringan dalam bentuk buah tidak berpengaruh terhadap kondisi kimiawi dan mikrobiologi pada biji. Secara fisik kulit buah telah berubah warnanya menjadi cokelat/kehitaman dan ditumbuhi oleh kapang dan tekstur lunak sehingga secara mekanis pengupasan kulit menjadi lebih sulit. Berbeda dengan penundaan pengeringan dalam bentuk biji dalam kurun waktu 2 dan 3 hari telah teljadi perubahan mutu fisik, kimiawi, dan mikrobiologi. Nilai ALB pada penundaan pengeringan tersebut masih kurang dari 1% sehingga dapat dilakukan pengolahan dalam satu tahap (transesterifikasi).en
dc.language.isoid
dc.publisherTunggal Mandiri Publishing
dc.titleKarakteristik Mutu Biji Jarak Pagar Selama Penundaan Pengeringanen
dc.typeArticleen
dc.subject.keywordJarak Pagaren
dc.subject.keywordPasca Panenen
dc.subject.keywordpenurunan mutuen
dc.subject.keywordbiodeselen


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record