View Item 
      •   IPB Repository
      • IPBana
      • Articles
      • Faculty of Agriculture
      • Agronomy and Horticulture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • IPBana
      • Articles
      • Faculty of Agriculture
      • Agronomy and Horticulture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh Konsentrasi Auksin dan Sitokinin terhadap Kemampuan dan Kecepatan Tumbuh Meriklon Anggrek Phalaenopsis

      Thumbnail
      View/Open
      PRO2013_EFI.pdf (277.4Kb)
      Date
      2012-07
      Author
      Fibrianty, Eka
      Sukma, Dewi
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Anggrek memiliki bentuk dan corak bunga yang beraneka ragam dan indah dipandang mata. Dalam meningkatkan budi daya anggrek, metode kultur jaringan dapat digunakan sebagai salah satu perbanyakan tanaman secara cepat karena menghasilkan bibit yang seragam dan dalam jumlah banyak, akan tetapi keberhasilannya sangat ditentukan oleh banyak factor diantaranya adalah genotipe tanaman, umur dan jenis eksplan serta media kultur yang digunakan termasuk komposisi zat pengatur tumbuh. Tujuan penelitian mendapatkan komposisi media yang optimal untuk induksi kalus dan regenerasi meriklon anggrek Phalaenopsis pada kultur in vitro. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2011 - Juni 2012, di Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman Departemen Agronomi, Institut Pertanian Bogor. Bahan tanaman yang digunakan adalah populasi F2 anggrek Phalaenopsis hasil selfing dari hibrida (F1) hasil persilangan antara Phalaenopsis ‘Phuket Beauty’ dengan Phalaenopsis ‘Zauber Rose’ yang sudah berbentuk planlet. Media dasar yang digunakan Murashige & Skoog (1962), dengan penambahan zat pengatur tumbuh BAP, TDZ, 2,4 D. Rancangan yang digunakan Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan delapan macam komposisi zat pengatur tumbuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media M-5 (½ MS + 0,5 mg/l BA + 0.5 mg/l TDZ + 0.2 mg/l 2,4-D) menghasilkan eksplan hidup paling tinggi sebesar 93.3% dan membentuk kalus lebih cepat yaitu enam minggu setelah kultur pada media inisiasi, begitu juga dengan persentase pembentukan bulb, yaitu sebesar 80%.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/68715
      Collections
      • Agronomy and Horticulture [611]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository