View Item 
      •   IPB Repository
      • IPBana
      • Articles
      • Faculty of Agriculture
      • Agronomy and Horticulture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • IPBana
      • Articles
      • Faculty of Agriculture
      • Agronomy and Horticulture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Subkultur Berulang Tunas In Vitro Pisang Kepok Unti Sayang pada Beberapa Komposisi Media

      Thumbnail
      View/Open
      PRO2012_CIM.pdf (212.0Kb)
      cover simber.pdf (384.4Kb)
      Date
      2012
      Author
      Semarayani, Cokorda Istri Meyga
      Dinarti, Diny
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Pisang merupakan komoditi hortikultura yang digemari oleh masyarakat dunia. Pisang cocok digunakan sebagai bahan pangan alternatif. Rasa buah pisang yang lezat, kandungan gizi yang tinggi dan harganya yang relatif murah menjadi alasan banyak orang yang menyukainya. Peminat buah pisang berasal dari semua kalangan dan semua jenis umur. Buah pisang selain dapat dimakan langsung, dapat juga diolah menjadi berbagai jenis makanan. Tanaman pisang umumnya diperbanyak secara vegetatif dengan menggunakan anakan (sucker), bonggol dan belahan bonggol. Perbanyakan secara konvensional ini membutuhkan waktu yang lama, bibit yang dihasilkan sedikit, tidak seragam dan kesehatannya tidak terjamin. Bibit yang berasal dari anakan kurang efisien karena dalam hidupnya tanaman pisang hanya menghasilkan 5-10 anakan/rumpun/tahun. Alternatif penyediaan bibit dalam waktu singkat, jumlah yang besar dan seragam dapat dilakukan melalui teknik kultur jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh subkultur berulang terhadap pertumbuhan dan perbanyakan tunas in vitro pisang Kepok Unti Sayang pada beberapa komposisi media. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang disusun dalam faktor tunggal, yaitu komposisi media. Terdapat 4 perlakuan komposisi media, yaitu media MS dengan penambahan 2 mg/l BAP + 0.8 mg/l thidiazuron (M1), media MS dengan penambahan 2 mg/l BAP (M2), media MS dengan penambahan 5 mg/l BAP (M3) dan media MS dengan penambahan 7 mg/l kinetin (M4). Setiap botol kultur ditanaman satu tunas mikro. Setelah tanaman berumur 3 minggu, dilakukan subkultur ke media yang sama. Subkultur dilakukan sebanyak 6 kali. Komposisi media terbaik untuk perbanyakan mikro pisang Kepok Unti Sayang adalah media MS + 2 mg/l BAP, yang menghasilkan total tunas 410 tunas dengan 131 tunas yang bermultiplikasi dan jumlah akar sebanyak 9.03 sampai subkultur ke-6. Daya multiplikasi tunas saat disubkultur cenderung meningkat hingga subkultur ke-6, dengan rata-rata jumlah tunas yang dihasilkan sampai subkultur ke-6 sebanyak 39.8 tunas pada media MS + 2 mg/l BAP.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/59903
      Collections
      • Agronomy and Horticulture [611]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository