Show simple item record

dc.contributor.authorAziz, Sandra Arifin
dc.contributor.authorRumawas, Fred
dc.contributor.authorGunawan, Livy Winata
dc.contributor.authorPurwoko, Bambang Sapta
dc.contributor.authorAswidinnoor, Hajrial
dc.contributor.authorAbidin, Ahmad Surkati
dc.contributor.authorSuhartono, Maggy T.
dc.date.accessioned2012-11-09T03:53:27Z
dc.date.available2012-11-09T03:53:27Z
dc.date.issued2007
dc.identifier.isbn978-979-15649-2-2
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/58438
dc.descriptionProsiding Seminar nasional Hasil Penelitian yang Dibiayai Oleh Hibah Kompetitif tahun 2007en
dc.description.abstractPerbanyakan bambu betung dilakukan pada kultur in vitro dengan memakai eksplan benih dan mata tunas buku cabang. Benih bambu betung yang ditanam pada media MS dengan pengkayaan 4,4 D dan picloram masing-masing 1 dan 2 ppm, kemudian di subkultur ke media MS yang diperkaya dengan kinetin 1 ppm, menghasilkan kalus, sel-sel torpedo dari embrio somatik dengan pertumbuhan yang lambat. Tunas lateral sebagai eksplan pada media MS dengan pengkayaan BAP dan Kinetin masing-masihg 1 dan 0.5 ppm merupakan media multiplikasi tunas terbaik yang menghasilkan jumlah tunas 12.1/eksplan dan panjang tunas 2.42 cm. Tunas-tunas yang berukuran lebih atau sama dengan 2.5 cm dapat berakar pada media MS tanpa pengkayaan, sedangkan yang berukuran kurang dari 2.5 dapat berakar pada media MS yang diperkaya dengan NAA 1.0 - 2.5 ppm. Aklimatisasi plantlet berhasil 100 % yang mempunyai pertumbuhan lebih baik dari perbanyakan menggunakan benih.en
dc.publisherDep. Agronomi & Hortikultura, Faperta IPB
dc.subjectBambu Betungen
dc.subjectDendrocalamusen
dc.subjectKultur In Vitroen
dc.subjectpicloramen
dc.subjectTunas lateralen
dc.subjectsel-sel torpedoen
dc.titlePerbanyakan Bambu Betung (Dendrocalamus asper (Schults f.) Backer ex Heyne) pada Kultur In Vitroen
dc.typeArticleen


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record