IPB University Logo

SCIENTIFIC REPOSITORY

IPB University Scientific Repository collects, disseminates, and provides persistent and reliable access to the research and scholarship of faculty, staff, and students at IPB University

AI Repository
 
Building and Categories


      View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Dissertations
      • DT - Medicine and Nutrition
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Dissertations
      • DT - Medicine and Nutrition
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      EFIKASI MINUMAN LEMON DAN MADU TERHADAP TEKANAN DARAH, PROFIL LIPID, KADAR ADMA DAN F2-ISOPROSTAN PENDERITA PRAHIPERTENSI

      Thumbnail
      View/Open
      Cover (1.044Mb)
      Fulltext (4.217Mb)
      Lampiran (7.003Mb)
      Date
      2026
      Author
      Jayadi, Yusma Indah
      Sulaeman, Ahmad
      Palupi, Eny
      Dewi, Mira
      Hardinsyah
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Prahipertensi secara signifikan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan mortalitas berdasarkan meta-analisis studi kohort prospektif berskala besar, serta berpotensi berkembang menjadi hipertensi jika tidak ditangani. Hipertensi merupakan kondisi medis serius yang meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, gangguan ginjal, dan menjadi penyebab utama kematian dini secara global, dengan estimasi 1,28 miliar orang dewasa usia 30–79 tahun terdampak (33%), terutama di negara berpenghasilan rendah dan menengah, serta prevalensi sedikit lebih tinggi pada laki-laki (34%) dibanding perempuan (32%). Upaya pengendalian hipertensi di Indonesia mencakup pencegahan dan pengobatan melalui pedoman pengelolaan, termasuk modifikasi faktor risiko yang dapat diubah seperti pola makan tidak sehat dan rendah konsumsi buah serta sayuran. Citrus limon telah lama dikonsumsi karena manfaat kesehatannya, mengandung hesperidin dan eriocitrin yang berperan menurunkan mediator inflamasi dan spesies oksigen reaktif (ROS), sehingga menghambat peroksidasi lipid termasuk F2- isoprostan yang merusak membran sel dan memperkuat siklus stres oksidatif. Madu, yang kaya asam ferulat, berkontribusi meningkatkan bioavailabilitas oksida nitrat (NO) sebagai molekul vasodilator penting bagi kesehatan vaskular. Namun, kombinasi lemon dan madu masih memerlukan pembuktian ilmiah melalui penelitian laboratorium dan uji klinis terkontrol. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengembangkan minuman lemon dan mengevaluasi efikasinya terhadap tekanan darah, profil lipid, ADMA, dan F2-isoprostan pada kelompok prahipertensi. Tujuan khusus dari penelitian ini adalah mengkaji efek intervensi lemon atau madu terhadap tekanan darah menggunakan sistematik literatur review dan metaanalisis, mengkaji potensi metabolit sekunder yang terkandung dalam lemon (Citrus limon) dan madu sebagai agen bioaktif yang mendukung aktivitas enzim dimethylarginine dimethylaminohydrolase I (DDAH I) melalui pendekatan in silico, mengembangkan minuman lemon dan madu yang dianalisis secara fisik, sensori, kimia dan keamanan, mengkaji efikasi pemberian minuman lemon dan madu terhadap potensinya pada tekanan darah, kadar profil lipid, ADMA dan F2- isoprostan pada kelompok prahipertensi. Penelitian ini dilakukan dalam tiga tahap, diawali dengan sistematik literatur review, meta-analisis, analisis profil metabolit sekunder in silico, kemudian dilanjutkan dengan pengembangan produk serta analisis fisik, kimia, sensori, dan mikrobiologi. Tahap berikutnya adalah uji klinis dengan desain quasi-experimental The Matching Only Pretest–Posttest Control Group Design untuk mengevaluasi pengaruh intervensi terhadap tekanan darah, profil lipid, ADMA, dan F2-isoprostan. Pembuatan minuman lemon madu menggunakan peralatan seperti gelas ukur, sendok, pisau, Heavy Duty Manual Juice Extractor, saringan, wadah pencampur, kompor, panci, termometer, dan botol kaca. Bahan utama adalah lemon matang (Citrus x limon (L.) Osbeck, suku Rutaceae) yang diperoleh dari petani lokal di T Ciampea Farm, Bogor, dengan penggunaan 46 kg lemon per produksi. Madu Kaliandra dan Itama (4000 mL) dan Akasia (20.000 mL) dibeli dari penangkar di Jepara, Dumai, dan Kalimantan. Pada tahap uji klinis, subjek harus memenuhi kriteria inklusi yaitu laki-laki usia 30–55 tahun dengan tekanan darah sistolik 120–139 mmHg dan diastolik 80– 89 mmHg, mampu berkomunikasi dengan baik, tidak mengalami gastritis atau GERD, bersedia berpartisipasi, dan menandatangani informed consent. Kriteria eksklusi meliputi rencana meninggalkan kota lebih dari satu minggu, memiliki penyakit kronis (seperti diabetes melitus atau gangguan ginjal), alergi terhadap produk intervensi, mengikuti penelitian lain secara bersamaan, atau menjalani terapi alternatif hipertensi seperti akupuntur dan lain-lain. Sebanyak 22 pegawai KPKNL, KPPN, dan Bapenda Kota Bogor direkrut dan dibagi menjadi dua kelompok (11 orang/kelompok), yaitu kelompok intervensi lemon madu dan kelompok edukasi. Intervensi diberikan selama 4 minggu dengan konsumsi minuman lemon madu 90 mL/hari. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial dengan taraf signifikansi 0,05. Kajian metaanalisis menunjukkan lemon menurunkan tekanan darah diastolik dan madu menurunkan tekanan darah sistolik. Adapun Hasil UPLC-QtoF-MS/MS dan in silico mengonfirmasi keberadaan senyawa hesperidin sebagai bioaktif yang menunjukkan afinitas terendah terhadap enzim DDAH 1 yang menunjukkan bioaktif paling kuat dan stabil. Formula lemon dan madu akasia dengan perbandingan volume 50:40 (LM2) memiliki stabilitas fisikokimia dan bioaktif terbaik, sedangkan formula lemon dan madu kaliandra dengan perbandingan yang sama (LM1) memperoleh tingkat penerimaan tertinggi. Karakteristik subjek antar kelompok intervensi homogen (p>0,05) kecuali usia namun setelah dilakukan ANCOVA usia tidak berperan sebagai faktor perancu terhadap hasil intervensi dalam penelitian ini. Data konsumsi dan aktivitas fisik yang dikumpulkan sebelum dan setelah intervensi, menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan (p>0,05) antar kelompok kecuali asupan karbohidrat dan energi hanya pada sebelum intervensi. Setelah intervensi asupan energi dan karbohidrat telah homogen. Perubahan biomarker terjadi akibat intervensi yang diberikan. Hasil uji klinis menunjukkan minuman lemon dan madu akasia (LM2) menurunkan (p<0,05) tekanan darah sistolik (9,55 mmHg), kadar F2-isoprostan (54,68 pg/mL) dan ADMA (0,24 µmol/L) serta meningkatkan (p<0,05) kadar HDL (14,50 mg/dl) dibandingkan kelompok kontrol. Penelitian ini menyarankan minuman lemon dan madu sebagai alternatif minuman fungsional untuk pengelolssn prahipertensi dan peneliti selanjutnya dapat menambah biomarker lain seperti profil glukosa.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173051
      Collections
      • DT - Medicine and Nutrition [2]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository