PERAN GANDA BURUH PEREMPUAN: PEKERJAAN PRODUKTIF DAN REPRODUKTIF SERTA TANTANGAN KEAMANAN KERJA DI INDUSTRI GARMEN (Kasus: Rumah Tangga Buruh Perempuan Industri Garmen di Desa DSA, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor)
Abstract
Kesetaraan gender dalam dunia kerja belum sepenuhnya menjamin keadilan bagi buruh perempuan industri garmen yang menghadapi beban ganda. Penelitian ini menganalisis kontribusi pendapatan perempuan, alokasi waktu produktif dan reproduktif, risiko keamanan kerja, serta pengaruh karakteristik buruh perempuan terhadap pendapatan perempuan dan kontribusinya dalam rumah tangga. Penelitian menggunakan pendekatan mixed method dengan 35 responden melalui metode sensus. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara mendalam, kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buruh perempuan berperan sebagai pencari nafkah utama dengan kontribusi pendapatan dominan, namun tetap memikul tanggung jawab reproduktif. Lama bekerja dan jumlah sumber nafkah berpengaruh signifikan terhadap pendapatan perempuan, sedangkan usia dan jumlah sumber nafkah memengaruhi kontribusinya dalam rumah tangga. Buruh perempuan juga menghadapi risiko pelecehan seksual di tempat kerja. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan peran ekonomi perempuan belum diiringi pembagian kerja reproduktif secara setara. Gender equality in the workplace has not fully guaranteed justice for female garment workers, who face a double burden. This study analyzes female income contributions, productive and reproductive time allocation, job security risks, and the influence of female worker characteristics on their income and household contributions. The research used a mixed method approach with 35 respondents through the census method. Data were collected through questionnaires and indepth interviews, then analyzed descriptively and inferentially. The results show that female workers serve as the primary breadwinners with a dominant income
contribution, but still bear reproductive responsibilities. Length of employment and number of income sources significantly influence women's income, while age and number of income sources influence their contribution to the household. Female workers also face the risk of sexual harassment in the workplace. These findings confirm that the strengthening of women's economic role has not been accompanied by an equal division of reproductive labor.

