Determinan Kinerja Perusahaan dalam Perspektif Environmental, Social, and Governance (ESG)
Date
2026Author
Syahputra, Febriann Dedy
Achsani, Noer Azam
Sari, Linda Karlina
Metadata
Show full item recordAbstract
Dewasa ini perusahaan-perusahaan menghadapi persaingan usaha yang semakin ketat seiring dengan meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan dinamika pasar keuangan. Fluktuasi kinerja keuangan perusahaan, baik dari sisi profitabilitas maupun penilaian pasar, menunjukkan bahwa kinerja perusahaan tidak hanya dipengaruhi oleh faktor internal, tetapi juga oleh tekanan eksternal dan perubahan preferensi investor. Di sisi lain, meningkatnya tuntutan penerapan praktik Environmental, Social, and Governance (ESG) menuntut investasi yang tidak kecil, sementara adopsinya di Indonesia masih belum optimal. Kondisi tersebut menunjukkan adanya tantangan struktural dalam upaya meningkatkan kinerja dan nilai perusahaan secara berkelanjutan.
Penelitian ini menggunakan data sekunder perusahaan yang tergabung dalam Indeks KOMPAS100 selama periode pengamatan penelitian dengan ruang lingkup periode analisis adalah dari tahun 2015 hingga 2025. Pemilihan sampel perusahaan dilakukan dengan purposive sampling, dengan kriteria utama adalah perusahaan yang secara konsisten masuk dalam indeks KOMPAS100 sserta melaporkan pelaporan ESG dalam laporan tahunan perusahaan. Metode analisis yang digunakan meliputi analisis statistik deskriptif melalui t-test dan scatterplot, regresi data panel statis dengan pendekatan Fixed Effect Model, serta regresi panel dinamis menggunakan metode Generalized Method of Moments (GMM). Pendekatan ini digunakan untuk menangkap heterogenitas perusahaan, potensi endogenitas, serta persistensi kinerja perusahaan yang tidak dapat dijelaskan secara memadai melalui model statis semata.
Hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan adanya variasi kinerja keuangan dan nilai perusahaan yang cukup signifikan antar perusahaan dalam Indeks KOMPAS100. Scatterplot menunjukkan kecenderungan hubungan positif antara ESG dan Tobin’s Q, meskipun hubungan tersebut belum sepenuhnya linear, yang mengindikasikan bahwa pasar mulai merespons praktik keberlanjutan perusahaan. Hasil t-test juga menunjukkan adanya perbedaan kinerja perusahaan berdasarkan struktur kepemilikan dan periode pandemi COVID-19.
Hasil regresi panel statis menunjukkan bahwa leverage berpengaruh negatif terhadap ROA, ROE, dan Tobin’s Q, sementara likuiditas berpengaruh positif terhadap ROA dan Tobin’s Q. Ukuran perusahaan berpengaruh negatif terhadap Tobin’s Q, tetapi tidak signifikan terhadap ROA dan ROE. ESG terbukti berpengaruh positif terhadap Tobin’s Q, namun belum signifikan terhadap ROA dan ROE, yang menunjukkan bahwa pasar merespons ESG lebih cepat dibandingkan kinerja akuntansi. Struktur kepemilikan berpengaruh signifikan terhadap ROA dengan arah negatif, sedangkan pandemi COVID-19 berdampak negatif terhadap seluruh indikator kinerja perusahaan.
Hasil regresi panel dinamis menunjukkan adanya persistensi kinerja perusahaan yang kuat. Dalam kerangka dinamis, leverage tetap berdampak negatif terhadap Tobin’s Q, likuiditas berpengaruh positif terhadap ROA dan Tobin’s Q namun negatif terhadap ROE, serta ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap ROA dan negatif terhadap Tobin’s Q. ESG menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap ROA, ROE, dan Tobin’s Q, yang menegaskan bahwa manfaat praktik keberlanjutan bersifat kumulatif dan baru tercermin secara menyeluruh dalam jangka waktu tertentu. Struktur kepemilikan menunjukkan bahwa perusahaan non-BUMN memiliki ROA dan ROE yang lebih tinggi dibandingkan BUMN dalam kerangka dinamis, sementara pandemi COVID-19 tetap berdampak negatif terhadap seluruh indikator.
Lebih lanjut, hasil estimasi model moderasi menunjukkan bahwa ESG terbukti berhasil memoderasi determinan kinerja perusahaan. Dalam model regresi moderasi, ESG terbukti signifikan dalam melemahkan pengaruh likuiditas dan leverage terhadap kinerja perusahaan, yang menunjukkan bahwa perusahaan dengan komitmen keberlanjutan yang lebih tinggi lebih menekankan stabilitas dan ketahanan usaha dibandingkan optimalisasi kinerja jangka pendek berbasis risiko. ESG tidak memoderasi pengaruh ukuran perusahaan secara signifikan, namun memperkecil perbedaan kinerja antara perusahaan non-BUMN dan BUMN, yang mengindikasikan adanya konvergensi kinerja seiring peningkatan standar tata kelola dan keberlanjutan. Di sisi lain, ESG justru memperkuat perbedaan kinerja antara periode pandemi dan non-pandemi, yang menegaskan peran ESG dalam meningkatkan ketahanan kinerja dan nilai perusahaan pada kondisi krisis.
Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa kinerja dan nilai perusahaan di Indonesia dipengaruhi oleh kombinasi faktor keuangan, non-keuangan, dan kondisi eksternal. Temuan ini menunjukkan bahwa praktik ESG, pengelolaan struktur keuangan yang optimal, serta kemampuan beradaptasi terhadap ketidakpastian ekonomi menjadi faktor penting dalam meningkatkan ROA, ROE, dan Tobin’s Q perusahaan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan literatur keuangan perusahaan serta menjadi dasar pertimbangan bagi pemangku kepentingan dalam meningkatkan kinerja dan daya saing perusahaan publik di Indonesia.
Collections
- MT - Business [4115]

