Struktur Komunitas Ekor Pegas (Collembola) pada Empat Tata Guna Lahan di Lanskap Taman Nasional Bukit Duabelas dan Hutan Harapan
Abstract
Ekor pegas merupakan arthropoda serasah yang dapat ditemukan di hutan,
padang rumput, dan semak. Collembola berperan penting dalam dekomposisi bahan
organik. Konversi lahan menjadi perkebunan monokultur berdampak pada
perubahan kondisi lingkungan yang menyebabkan penurunan populasi arthropoda
tanah, khususnya Collembola. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh
perubahan penggunaan lahan terhadap kelimpahan, kekayaan spesies, dan
komposisi Collembola serasah di lanskap Taman Nasional Bukit Duabelas dan
Hutan Harapan pada empat tipe penggunaan lahan yang berbeda. Sampel
Collembola dikumpulkan dengan metode pengumpulan serasah (Winkler litter
extraction), di kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas, dan Hutan Harapan,
Provinsi Jambi. Penelitian ini dilakukan pada empat tipe penggunaan lahan berbeda,
yaitu hutan, perkebunan kelapa sawit, perkebunan karet, dan semak. Setiap tipe
penggunaan lahan terdapat 33 plot inti dengan ukuran 1000 m2, dan total seluruh
plot ada 124 plot yang diamati. Sebanyak 3974 individu ditemukan terdiri dari 3
ordo, 9 famili, 28 genus, dan 101 morfospesies. Kelimpahan dan kekayaan spesies
Collembola tidak berbeda secara signifikan pada empat tipe penggunaan lahan.
Ketersediaan serasah pada empat tipe penggunaan lahan dapat menyediakan
mikrohabitat yang sesuai bagi Collembola, sehingga mendukung keberlangsungan
hidup spesies generalis untuk beradaptasi dan mempertahankan populasi dengan
stabil. Komposisi Collembola dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan, terutama
leaf area index (LAI), C percent litter, dan C:N ratio litter. Springtails are litter dwelling arthropods commonly found in forests,
meadows, and shrublands, that play a vital role in the decomposition process. The
conversion of natural landscape into monoculture plantations alters environmental
conditions, potentially leading to declines in soil arthropods populations, especially
Collembola. This study aims to analyze the impact of land-use change on
abundance and composition of Collembola within the Bukit Duabelas National Park
and Harapan Forest landscapes in Jambi Province. Samplings were conducted using
winkler litter extraction across 124 plots (1000 m2) representing four land use types
that is, forest, oil palm plantations, rubber plantations, and shrublands. A total of
3,974 individuals were identified, consisting of 3 orders, 9 families, 28 genera, and
101 morphospecies. Results indicated that abundance and species richness of
Collembola did not differ significantly across the four land use types, suggesting
that the available litter provides suitable microhabitats for generalist species to
adapt and maintain stable populations. However, the specific community
composition was significantly influenced by environmental factors, particularly
leaf area index (LAI), litter carbon percentage, and the litter C:N ratio.
Collections
- UT - Plant Protection [2536]

