IPB University Logo

SCIENTIFIC REPOSITORY

IPB University Scientific Repository collects, disseminates, and provides persistent and reliable access to the research and scholarship of faculty, staff, and students at IPB University

AI Repository
 
Building and Categories


      View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Business
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Business
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Analisis Efisiensi Teknis Program Jaminan Kematian (JKM) BPJS Ketenagakerjaan Tahun 2020-2024

      Thumbnail
      View/Open
      Cover (1000.Kb)
      Fulltext (1.282Mb)
      Lampiran (991.1Kb)
      Date
      2026
      Author
      Sukmayasa, Rizqi Eka
      Jahroh, Siti
      Suwarsinah, Rr. Heny Kuswanti
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan adalah badan hukum publik yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan sosial ketenagakerjaan. BPJS Ketenagakerjaan memiliki kinerja keuangan yang meningkat secara tren ditinjau dari aspek pendapatan iuran, pendapatan investasi, dan aset. Tinjauan dari aspek rasio klaim menunjukkan bahwa program Jaminan Kematian (JKM) di BPJS Ketenagakerjaan memiliki rasio klaim tertinggi diantara program lainnya dalam lima tahun terakhir. Rasio klaim Jaminan Kematian (JKM) dalam rentang data bulanan menunjukkan bahwa terdapat bulan dengan nominal jumlah klaim dibayarkan bernilai lebih besar daripada penerimaan iuran. Fenomena lain menunjukkan bahwa kesehatan keuangan program Jaminan Kematian (JKM) mengalami tren penurunan dalam tahun 2020-2024. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengukur tingkat efisiensi teknis pelaksanaan program Jaminan Kematian (JKM) pada tahun 2020-2024, (2) menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi efisiensi teknis program Jaminan Kematian (JKM), dan (3) merumuskan implikasi manajerial terkait permasalahan efisiensi. Terdapat 51 Decision Making Unit (DMU) yang menggunakan satuan bulan dan tahun dari periode 2020-2024. Metode yang digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi teknis adalah metode Data Envelopment Analysis (DEA), kemudian dilanjutkan dengan menggunakan Regresi Tobit untuk mengetahui faktor apa saja yang memengaruhi tingkat efisiensi teknis dari program Jaminan Kematian di BPJS Ketenagakerjaan. Hasil analisis Data Envelopment Analysis (DEA) pada tahap pertama menunjukkan tingkat efisiensi teknis Program Jaminan Kematian (JKM) selama periode penelitian mengalami fluktuasi yang cukup dinamis. Kondisi inefisiensi pada program Jaminan Kematian (JKM) mendominasi dibandingkan dengan kondisi efisien. Hasil ini memberikan indikasi bahwa masih terdapat ruang bagi manajemen untuk melakukan optimalisasi terhadap penggunaan dana operasional dan pengelolaan aset guna mencapai target perlindungan sosial yang telah ditetapkan. Dinamika efisiensi Program JKM menunjukkan pola musiman yang dipengaruhi oleh siklus anggaran dan administrasi kepesertaan, sehingga memerlukan strategi alokasi sumber daya yang adaptif guna menjaga stabilitas performa teknis secara berkelanjutan. Penentuan rujukan rasio klaim yang ideal sangat bergantung pada orientasi organisasi, di mana entitas komersial mengutamakan keseimbangan laba sementara lembaga jaminan sosial menekankan maksimalisasi penyaluran manfaat yang didukung oleh hasil pengembangan investasi serta intervensi kebijakan aktuarial guna menjamin keberlanjutan finansial. Hasil pengujian pada tahap kedua menggunakan Regresi Tobit memberikan temuan penting mengenai variabel-variabel yang mendorong efisiensi. Variabel Yield Investasi ditemukan berpengaruh signifikan positif terhadap efisiensi teknis, yang menegaskan bahwa keberhasilan dalam mengoptimalkan hasil pengembangan dana sangat membantu menyeimbangkan beban operasional program. Growth Peserta Aktif memberikan dampak positif yang signifikan, membuktikan adanya efek skala ekonomi dalam pengelolaan jaminan sosial di mana penambahan basis peserta mampu menurunkan biaya rata-rata layanan. Rasio Klaim ditemukan berpengaruh signifikan positif terhadap skor efisiensi. Hal ini dikarenakan dalam model Data Envelopment Analysis (DEA) yang digunakan, klaim dipandang sebagai output layanan utama. Semakin besar manfaat yang tersalurkan kepada peserta secara valid, maka lembaga dipandang semakin produktif dalam menjalankan misi sosialnya. Variabel pandemi COVID-19 ditemukan tidak memiliki pengaruh signifikan, yang mencerminkan resiliensi sistem manajemen BPJS Ketenagakerjaan dalam menjaga stabilitas operasional di tengah krisis global. Penelitian ini merumuskan beberapa implikasi manajerial. Pertama, manajemen perlu memperkuat strategi manajemen investasi untuk meningkatkan yield investasi sebagai cadangan penyangga (buffer) finansial terhadap fluktuasi klaim. Kedua, diperlukan akselerasi akuisisi peserta di sektor informal guna mencapai skala ekonomi yang lebih tinggi dan memperluas cakupan perlindungan. Ketiga, disarankan adanya kolaborasi aktif dengan regulator untuk mengevaluasi tarif iuran secara aktuarial guna memastikan kecukupan dana dalam jangka panjang. Keseluruhan langkah ini diharapkan dapat menjamin keberlanjutan Program Jaminan Kematian (JKM) dalam memberikan jaminan perlindungan bagi pekerja dan ahli warisnya di masa mendatang.
       
      BPJS Ketenagakerjaan is a public legal entity established to administer employment social security programs. The agency's financial performance has shown an upward trend in terms of contribution income, investment income, and total assets. However, claim ratio analysis reveals that the Death Benefit (JKM) program has maintained the highest ratio among all programs over the past five years. Monthly data indicates instances where the nominal value of claims paid exceeded contribution receipts. Furthermore, the financial health of the JKM program has exhibited a declining trend during the 2020–2024 period. This study aims to: (1) measure the level of technical efficiency in the implementation of the JKM program from 2020 to 2024; (2) analyze the factors influencing the technical efficiency of the program; and (3) formulate recommendations to address efficiency issues. The study utilizes 51 Decision Making Units (DMUs) based on monthly and annual data from 2020 to 2024. Technical efficiency was measured using the Data Envelopment Analysis (DEA) method, followed by Tobit Regression to identify the factors affecting the technical efficiency of the JKM program at BPJS Ketenagakerjaan. First-stage DEA results indicated that the technical efficiency of the JKM program experienced dynamic fluctuations throughout the study period, with inefficient conditions predominating. This suggested that management had significant potential to optimize operational funds and asset management to achieve established social protection targets. The efficiency dynamics exhibited seasonal patterns influenced by budgetary cycles and membership administration, necessitating adaptive resource allocation strategies. Furthermore, determining ideal claim ratio benchmarks depended heavily on organizational orientation; while commercial entities prioritized profitability, social security institutions emphasized the maximization of benefit distribution, supported by investment returns and actuarial policy interventions. The second-stage results using Tobit regression provided key findings regarding the determinants of efficiency. Investment Yield was found to have a significant positive effect on technical efficiency, confirming that success in optimizing fund development helped balance the program’s operational burden. The growth of active participants also exerted a significant positive impact, demonstrating the existence of economies of scale where an expanding participant base lowered average service costs. Additionally, the claim ratio was found to have a significant positive effect on efficiency scores, as claims were treated as the primary service output in the DEA model; thus, a higher volume of validly distributed benefits reflected greater institutional productivity. Finally, the COVID-19 pandemic variable was found to have no significant impact, reflecting the management's resilience in maintaining stability amidst the global crisis. This study formulated several managerial implications. First, management was encouraged to strengthen investment strategies to increase yields as a financial buffer against claim fluctuations. Second, the acceleration of participant acquisition in the informal sector was required to achieve higher economies of scale and expand coverage. Third, active collaboration with regulators was recommended to evaluate contribution rates actuarially to ensure long-term fund adequacy. Collectively, these measures were expected to ensure the sustainability of the JKM program in providing guaranteed protection for workers and their beneficiaries in the future.
       
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172975
      Collections
      • MT - Business [4111]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository