Manajemen Penangkaran Burung Beo Medan (Gracula religiosa religiosa) di Kere Ayem Bird Farm Bogor
Abstract
Penangkaran beo medan (Gracula religiosa religiosa) merupakan upaya
konservasi penting akibat tekanan perdagangan dan penurunan populasi di alam,
sehingga memerlukan pengelolaan yang efektif. Penelitian ini bertujuan mengkaji
manajemen penangkaran, perilaku makan, dan konsumsi pakan di Kere Ayem Bird
Farm menggunakan metode observasi, wawancara, dan studi literatur selama 27
hari dengan durasi 7,5 jam/hari. Hasil menunjukkan manajemen tergolong cukup
baik, namun kesehatan dan lingkungan masih perlu ditingkatkan, dengan mortalitas
anakan sekitar 50% (2024-2025). Perilaku makan didominasi mengambil pakan
(41% jantan; 43% betina), diikuti menelan (38-39%) dan mendekati pakan (18
21%). Konsumsi pakan berbeda, yaitu pisang 57 g dan 30 g, jangkrik 4,5 g, serta
voer 36 g dan 40 g, yang memengaruhi nutrisi, di mana jantan lebih tinggi energi
dan cairan (±18,13 g) dan betina lebih tinggi protein (±11,30 g). Keberhasilan
penangkaran dipengaruhi oleh manajemen, lingkungan, perilaku makan, dan
kualitas pakan. The captive breeding of hill mynah (Gracula religiosa religiosa) is an
important conservation effort due to trade pressure and declining wild populations,
requiring effective management. This study aimed to analyze captive management,
feeding behavior, and feed consumption at Kere Ayem Bird Farm using observation,
interviews, and literature study over 27 days with a duration of 7.5 hours/day. The
results showed that management was generally adequate, although health and
environmental aspects still need improvement, with chick mortality reaching
approximately 50% (2024-2025). Feeding behavior was dominated by food-taking
activity (41% in males; 43% in females), followed by swallowing (38-39%) and
approaching food (18-21%). Feed consumption differed between sexes, with
bananas 57 g and 30 g, crickets 4.5 g, and commercial feed 36 g and 40 g, affecting
nutrient intake where males had higher energy and water (±18.13 g) while females
had higher protein (±11.30 g). Captive breeding success is influenced by
management, environmental conditions, feeding behavior, and feed quality.

