Perilaku Karakteristik Komodo (Varanus komodoensis) Hasil Pembiakan di Kebun Binatang Surabaya
Abstract
Komodo (Varanus komodoensis) saat ini berstatus endangered, sehingga
upaya konservasi ex situ di lembaga seperti Kebun Binatang Surabaya (KBS)
menjadi krusial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perilaku
karakteristik harian, respons interaksi dengan manusia, serta membandingkan
karakteristik perilaku komodo hasil pembiakan di KBS dengan yang ada di in situ.
Pengambilan data dilakukan selama 14 hari pada Januari 2026 menggunakan
metode focal animal sampling dengan teknik one-zero time sampling. Hasil
menunjukkan bahwa komodo di KBS merepresentasikan insting alami dalam
delapan kategori perilaku yang telah mengalami modifikasi adaptif. Perubahan
utama mencakup tingkat penjinakan yang tinggi melalui pembelajaran asosiatif
terhadap isyarat suara keeper dan toleransi terhadap kehadiran manusia. Penurunan
sifat waspada dan perilaku arboreal pada anakan teramati akibat ketiadaan predator
dewasa, serta ditemukan anomali pergerakan. Penggunaan ruang didominasi zona
terbuka. Data ini menjadi acuan penting bagi manajemen konservasi dan program
pelepasliaran di masa depan. The Komodo dragon (Varanus komodoensis) is currently endangered, making
ex-situ conservation efforts at institutions like the Surabaya Zoo (KBS) crucial.
This study aims to identify characteristic daily behaviors and responses to
interactions with humans, as well as compare the behavioral characteristics of
Komodo dragons bred at KBS with those in situ. Data collection was conducted
over 14 days in January 2026 using focal animal sampling with a one-zero time
sampling technique. The results indicated that the komodo dragons exhibited
natural instincts that have undergone adaptive modification across eight behavioral
categories. Key changes include a high level of domestication through associative
learning of keeper vocal cues and tolerance to human presence. A decrease in
alertness and arboreal behavior in juveniles was observed due to the absence of
adult predators, and movement anomalies were also observed. Space use was
dominated by open. This data serves as an important reference for future
conservation management and reintroduction programs.

