Hubungan Pernikahan Anak dengan Praktik Keluarga Berencana (Kasus: Desa Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat)
Abstract
NATASYA AULIAN ISKANDAR. Hubugan Pernikahan anak dengan Praktik
Keluarga Berencana (Kasus: Desa Gunung Putri, Kabupaten Bogor). Dibimbing
oleh EKAWATI SRI WAHYUNI.
Pernikahan anak masih menjadi persoalan sosial yang signifikan di
Indonesia, termasuk di Desa Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Hal ini berimplikasi
pada rendahnya kualitas KB. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-
faktor penyebab pernikahan anak serta mengkaji hubungan antara karakteristik
perempuan pelaku pernikahan anak dengan praktik dan pengambilan keputusan KB
di Desa Gunung Putri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang
didukung oleh data kualitatif. Analisis data kuantitatif dilakukan menggunakan uji
korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pernikahan anak
dipengaruhi oleh interaksi norma sosial budaya, rendahnya tingkat Pendidikan dan
tekanan ekonomi keluarga. Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan yang
signifikan antara karakteristik perempuan pada pernikahan anak dengan praktik
serta pengambilan keputusan Keluarga Berencana. Semakin muda usia menikah
dan semakin rendah tingkat pendidikan serta pendapatan perempuan, semakin
rendah pula praktik dan keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan KB. NATASYA AULIAN ISKANDAR. The Relationship Between Child
Marriage and Family Planning Practices (Case: Gunung Putri Village, Bogor
Regency). Supervised by EKAWATI SRI WAHYUNI.
Child marriage remains a significant social issue in Indonesia, including in
Gunung Putri Village.. This not only affects women’s reproductive health but also
has implications for the low quality of family planning practices. This study aims
to analyze the factors contributing to child marriage and to examine the
relationship between the characteristics of women involved in child marriage and family planning practices as well as decision-making in Gunung Putri Village. The study employs a quantitative approach supported by qualitative data. Quantitative data were analyzed using the Spearman Rank correlation test. The results show that child marriage is influenced by the interaction of socio-cultural norms, low levels of education, and household economic pressure. The correlation analysis indicates a significant relationship between the characteristics of women in child marriage and family planning practices as well as decision-making. The younger the age at marriage and the lower the levels of education and income of women, the lower their family planning practices and involvement in family planning decision-making.

