Kajian Insentif Dan Disinsentif Termasuk Imbal Jasa Ekosistem Dalam Pelaksanaan Tata Ruang Di Koridor Rimba
View/ Open
Date
2005-12Author
Pravitasari, Andrea Emma
Rustiadi, Ernan
Pribadi, Didit Okta
Hadianto, Adi
Mulya, Setyardi Pratika
Rusdiana, Omo
Widjaja, Hermanu
Supijatno
Purwantiningrum
Rosandi, Vely Brian
Bahroin Idris Tampubolon
Wahid, Muhammad
Nikamasari, Hardini
Metadata
Show full item recordAbstract
Koridor Ekosistem RIMBA yang membentang di bagian tengah Pulau Sumatera merupakan kawasan
strategis nasional yang memiliki arti penting dalam mempertahankan kesinambungan ekologis
antarkawasan konservasi, khususnya di wilayah Provinsi Riau, Provinsi Jambi, dan Provinsi Sumatera
Barat yang kemudian disingkat menjadi RIMBA. Wilayah ini menghubungkan tiga bentang alam besar,
yakni Taman Nasional Kerinci Seblat, Bukit Tigapuluh,Berbak serta Hutan Lindung Bukit Batabuh.
Kawasan ini berfungsi vital dalam menjaga konektivitas ekologis bagi spesies prioritas konservasi,
termasuk harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus),
dan tapir (Tapirus indicus), serta menopang keberlanjutan fungsi ekosistem hulu-hilir yang menyediakan
jasa lingkungan penting bagi wilayah sekitarnya (Sulistyawan et al., 2019). Peran ini selaras dengan
kajian global mengenai pentingnya koridor ekologis dalam mencegah fragmentasi habitat (Beier et al.,
2006; Cushman et al., 2013) dan upaya mempertahankan konektivitas lanskap untuk konservasi
biodiversitas (Ayram et al., 2016; Wyborn, 2011). Secara ekologis, kawasan RIMBA juga berperan
sebagai penyerap karbon, penyeimbang iklim, dan penyedia air bersih bagi jutaan penduduk
(Sulistyawan et al., 2019; Sulistyawan et al., 2017), sebagaimana juga ditunjukkan oleh studi-studi
ekosistem tropis yang menekankan pentingnya fungsi hutan dalam siklus hidrologi dan mitigasi
perubahan iklim (Reid et al., 2005; Chazdon, 2013). Namun, konektivitas ekologis tersebut kini semakin
terancam akibat degradasi lahan dan tekanan eksploitasi ekonomi yang tidak terkendali (Minerva et al.,
2021), suatu kondisi yang juga ditemukan di berbagai lanskap tropis lain di mana tekanan pembangunan
mengurangi integritas ekologis kawasan lindung (Arts et al., 2017; Estrada-Carmona et al., 2014). ...

