Show simple item record

dc.contributor.advisorAmrozi
dc.contributor.advisorPurwantara, Bambang
dc.contributor.authorSuryadi, Widyastuti Pratiwi
dc.date.accessioned2026-03-16T06:13:20Z
dc.date.available2026-03-16T06:13:20Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172851
dc.description.abstractPraktik pengembangbiakan kuda di Indonesia masih sebatas perkawinan alam dan inseminasi buatan (IB). Teknologi reproduksi berbantu Transfer Embrio (TE) menjadi strategi peningkatan efisiensi reproduksi dibandingkan dengan perkawinan alam dan IB. Prosedur TE memungkinkan untuk dihasilkannya lebih dari satu anakan kuda dalam satu tahun dari seekor betina unggul dan untuk mempertahankan genetik unggul tersebut tanpa mengganggu performa betina atlet. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis potensi pengembangan produksi embrio in vivo pada kuda di Indonesia berdasarkan perbedaan waktu koleksi embrio, pemberian oksitosin pada koleksi embrio dan durasi perkembangan folikel dominan terhadap recovery rate embrio. Penelitian ini dilakukan di Unit Rehabilitasi Reproduksi, Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB dari Januari 2024 hingga Maret 2025. Metode penelitian yang dilakukan meliputi seleksi betina donor embrio berdasarkan pemeriksaan fisik dan aktivitas ovarium, sinkronisasi estrus, IB dan koleksi embrio menggunakan prosedur flushing uterus. Koleksi embrio dilakukan pada hari ke 5, 6 dan 7 pasca ovulasi. Tidak ada embrio yang berhasil dikoleksi pada kelompok hari ke-5. Koleksi embrio pada hari ke 6 dan 7 masing-masing memiliki recovery rate embryo 66.7% yaitu early blastocyst pada hari ke-6 dan blastosis pada hari ke-7. Donor embrio yang memiliki durasi perkembangan folikel dominan =4 hari memberikan hasil yang lebih baik terhadap recovery rate embrio. Pemberian oksitosin maupun tanpa oksitosin tidak berpengaruh nyata terhadap recovery rate embrio pada penelitian ini. Kelompok betina yang mengalami gangguan reproduksi pada proses penelitian tidak berhasil untuk menghasilkan embrio meskipun koleksi embrio dilakukan pada hari ke-6 dan ke-7. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa nilai recovery rate embrio dipengaruhi oleh penentuan waktu koleksi yang tepat, dinamika folikel dan kondisi uterus yang optimal.
dc.description.sponsorship“Riset Aksi” tahun fiskal 2024 (nomor kontrak: 15327/IT3. D10/PT.01.03/P/B/2024), sebagai sponsor Aragon Stable Indonesia, sebagai support fasilitas penelitian
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePRODUKSI EMBRIO IN VIVO PADA KUDA: KAJIAN TERHADAP WAKTU KOLEKSI EMBRIO DAN PEMBERIAN HORMON OKSITOSINid
dc.title.alternative
dc.typeTesis
dc.subject.keywordreproduksi hewanid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record