Perbandingan SARIMA Intervensi dan Prophet dalam Peramalan Jumlah Penumpang Kereta Api di Jawa
Abstract
Pulau Jawa memiliki tingkat kepadatan penduduk yang tinggi sehingga
mobilitas antar wilayah berlangsung cukup tinggi. Kondisi ini menjadikan kereta
api sebagai salah satu moda transportasi yang banyak digunakan dan memerlukan
perencanaan operasional yang memadai. Data jumlah penumpang kereta api
berbentuk deret waktu musiman dengan pola tahunan yang relatif konsisten. Namun,
terjadinya pandemi COVID-19 menyebabkan perubahan pola yang cukup
signifikan sehingga memunculkan gangguan struktural pada data. Berdasarkan
karakteristik data yang bersifat musiman dan adanya intervensi, penelitian ini
menerapkan metode SARIMA Intervensi dan Prophet. Oleh karena itu, penelitian
ini bertujuan untuk membandingkan kinerja SARIMA Intervensi dan Prophet
dalam meramalkan jumlah penumpang kereta api di Pulau Jawa. Data yang
digunakan merupakan data bulanan dengan periode 2006–2024. Model terbaik dari
masing-masing metode selanjutnya dievaluasi dan dibandingkan menggunakan
Mean Absolute Percentage Error (MAPE) dan Root Mean Square Error (RMSE).
Hasil penelitian menunjukkan model SARIMA Intervensi menghasilkan nilai
MAPE sebesar 14,31% dan RMSE sebesar 4.924,97, sedangkan model Prophet
memberikan hasil yang lebih baik dengan MAPE sebesar 6.49% dan RMSE sebesar
2.486.12. Perbandingan ini menunjukkan bahwa Prophet lebih unggul dalam
meramalkan jumlah penumpang kereta api di Pulau Jawa sehingga Prophet
diharapkan dapat dipertimbangkan sebagai metode alternatif dalam perencanaan
transportasi darat di Pulau Jawa melalui pendekatan peramalan. Java Island has a high population density so that mobility between regions
quite high. This condition makes trains a widely used mode of transportation and
requires adequate operational planning. The number of train passengers data is
seasonal time series with a relatively consistent annual pattern. However, COVID19 pandemic caused quite significant changes in patterns, giving structural
disturbances in the data. Based on seasonal data and the interventions, this research
applies SARIMA Intervention and Prophet methods. Therefore, this study aims to
compare the performance of SARIMA Intervention and Prophet in predicting the
number of train passengers on Java Island. The data monthly form for the period
2006–2024. The best model from each method then were evaluated and compared
using Mean Absolute Percentage Error (MAPE) and Root Mean Square Error
(RMSE). The research results showed that SARIMA Intervention model produced
a MAPE 14.31% and RMSE 4,924.97, while the Prophet model provided better
results with a MAPE 6.49% and RMSE 2,486.12. This comparison showed that
Prophet is superior in predicting the number of train passengers on Java Island, so
it is hoped that Prophet can be considered as an alternative method in planning land
transportation on Java Island through a forecasting approach.
