| dc.description.abstract | Tulisan ini mengkaji evolusi strategi penanggulangan kemiskinan di Indonesia, dimulai dari evaluasi program gizi pada awal 1970-an hingga program pemberdayaan ekonomi di era 1990-an. Fenomena empiris utama yang dibahas adalah hubungan antara tingkat pendapatan, konsumsi kalori, dan status gizi anak (khususnya Protein-Energy Malnutrition atau PEM). Sajogyo memaparkan hasil survei Evaluasi Program UPGK tahun 1972/73 yang mencakup 1.052 rumah tangga di 30 desa di 8 provinsi, yang menunjukkan bahwa kemiskinan di Jawa sangat berdampak pada asupan kalori yang sangat rendah (rata-rata 1.375 kalori/orang/hari).
Tujuan tulisan ini adalah mengevaluasi keberhasilan pemerataan pembangunan melalui program-program seperti Inpres Desa Tertinggal (IDT) dan memproyeksikan sasaran penanggulangan kemiskinan hingga akhir Repelita VII. Sajogyo menyimpulkan bahwa penanggulangan kemiskinan memerlukan perubahan paradigma dari pendekatan instruksi (top-down) menjadi pemberdayaan masyarakat yang mandiri melalui kerja sama antara pemerintah, sektor swasta, dan organisasi swadaya masyarakat (LSM/Ormas) | id |