Show simple item record

dc.contributor.advisorSuharjito, Didik
dc.contributor.authorWIGUNA, AKMAL BAYU
dc.date.accessioned2026-03-02T23:15:49Z
dc.date.available2026-03-02T23:15:49Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172793
dc.description.abstractPermintaan madu klanceng (Trigona sp.) yang terus meningkat mendorong pengembangan usaha budidaya di Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kelayakan usaha, efisiensi pemasaran, dan kontribusi usaha madu klanceng terhadap pendapatan rumah tangga petani. Penelitian dengan menggunakan metode survei dengan responden dipilih secara sengaja. Kelayakan usaha diukur menggunakan Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Benefit Cost Ratio (BCR), efisiensi pemasaran, dan analisis pendapatan. Hasil kelayakan usaha menunjukkan usaha ini layak dijalankan dengan nilai NPV sebesar Rp28.843.547, IRR 9%, dan BCR sebesar 4,13. Terdapat tiga saluran pemasaran yang terbentuk, yaitu penjualan langsung, daring, dan melalui agen. Saluran pemasaran langsung dan daring terbukti lebih efisien dibandingkan melalui agen, dengan farmer’s share pada saluran langsung mencapai 100% dan efisiensi pemasaran sebesar 0,56%. Usaha budidaya madu klanceng memberikan kontribusi sebesar 26,45% terhadap total pendapatan rumah tangga petani, sementara 73.55% sisanya berasal dari sumber pendapatan non-madu.
dc.description.abstractThe increasing demand for Klanceng honey (Trigona sp.) encourages the development of beekeeping businesses in Cipari District, Cilacap Regency. This study aims to explain the feasibility of the business, marketing efficiency, and contribution of the klanceng honey business to the income of farmer households. The study used a survey method with respondents selected purposively. Business feasibility is measured using Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Benefit Cost Ratio (BCR), marketing efficiency, and income analysis. The financial analysis results indicated that the business is feasible, with an NPV of IDR 28,843,547, an IRR of 9%, and a BCR of 4.13. There are three marketing channels identified: direct sales, online sales, and agents. Direct marketing and online marketing were proven to be more efficient than using agents, with the farmer's share in the direct channel reaching 100% and a marketing efficiency of 0.56%. The Klanceng honey cultivation business contributed 26,45% to the total household income of farmers, while the remaining 73,55% came from non-honey income sources.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleKelayakan Usaha Madu Klanceng (Trigona sp) di Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacapid
dc.title.alternative
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordanalisis usahaid
dc.subject.keywordmadu klancengid
dc.subject.keywordCipari-Cilacapid
dc.subject.keywordkelompok tani hutanid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record