Photovoice sebagai Metode Komunikasi Pendidikan Partisipatif dalam Membangun Karakter Toleransi Murid Sekolah Menengah Atas di Jakarta
Date
2026Author
Sitanggang, Asima Oktavia
Muljono, Pudji
Lubis, Djuara P.
Firdanianty
Metadata
Show full item recordAbstract
Toleransi merupakan agenda penting dalam kehidupan global di tengah arus globalisasi yang mendorong terbentuknya masyarakat multikultural. Namun demikian, praktik intoleransi masih kerap terjadi, termasuk dalam dunia pendidikan. Di Indonesia, intoleransi bahkan dikategorikan sebagai salah satu dari tiga “dosa besar” pendidikan, bersama dengan perundungan dan kekerasan seksual. Kondisi ini bertentangan dengan nilai persatuan yang terkandung dalam semboyan nasional Bhinneka Tunggal Ika, khususnya sila Persatuan Indonesia. Berbagai kebijakan pendidikan karakter telah diterapkan, namun fakta bahwa intoleransi masih muncul di lingkungan sekolah menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran konvensional belum sepenuhnya menyentuh dimensi afektif dan konatif peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan komunikasi pendidikan yang partisipatif untuk menumbuhkan kesadaran kritis serta keterlibatan aktif siswa dalam memaknai dan mempraktikkan toleransi secara nyata. Penelitian ini berfokus pada pendidikan karakter toleransi pada remaja tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), khususnya dalam konteks proses pembelajaran di kelas. Komunikasi partisipatif dipandang mampu mendorong siswa menjadi subjek aktif dalam pembelajaran toleransi, sehingga pendidikan karakter tidak hanya berdampak pada aspek kognitif, tetapi juga membentuk sikap afektif dan kesiapan berperilaku toleran (konatif). Tujuan penelitian ini adalah: (1) menganalisis pengaruh faktor komunikasi siswa dengan keluarga, guru, teman sebaya, dan media sosial terhadap tingkat toleransi siswa SMA; (2) menganalisis proses partisipatif dan hasil penggunaan Photovoice sebagai metode komunikasi pendidikan partisipatif dalam membangun kesadaran dan perilaku toleransi; (3) menganalisis efektivitas Photovoice dalam meningkatkan karakter toleransi siswa SMA; serta (4) merumuskan strategi komunikasi pendidikan partisipatif dalam membangun karakter toleransi siswa SMA. Penelitian ini menggunakan desain mixed methods melalui rangkaian kuasi-eksperimen pre-test–post-test yang dipadukan dengan eksplorasi kualitatif berbasis refleksi visual-naratif. Penelitian dilaksanakan di tiga SMA di Jakarta Barat, yaitu SMAN 19 Jakarta, SMAS Damai, dan SMA Islam Tambora, dengan melibatkan kelas kontrol dan kelas perlakuan yang memperoleh pembelajaran berbasis Photovoice dalam dua sesi pembelajaran. Penelitian berlangsung pada periode Mei 2024 hingga Oktober 2025. Data kuantitatif dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dengan guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat toleransi siswa dipengaruhi oleh pola komunikasi dengan keluarga, guru, teman sebaya, dan media sosial, dengan kontribusi terbesar berasal dari komunikasi dengan teman sebaya. Penerapan Photovoice menghasilkan proses pembelajaran dialogis yang memungkinkan siswa mengamati realitas sosial, merefleksikan pengalaman keberagaman, serta mengonstruksi pemaknaan tentang toleransi melalui foto dan narasi. Temuan baru penelitian ini menunjukkan bahwa Photovoice tidak hanya memperkuat pemahaman konseptual tentang toleransi, tetapi juga mengaktifkan dimensi afektif berupa empati serta dimensi konatif berupa kesiapan bertindak toleran. Secara kuantitatif, terdapat peningkatan skor toleransi yang signifikan setelah perlakuan, terutama pada dimensi keadilan dan empati. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Photovoice merupakan strategi komunikasi pendidikan partisipatif yang efektif dalam meningkatkan karakter toleransi siswa melalui integrasi refleksi kritis, dialog horizontal, dan pembelajaran berbasis pengalaman. Secara teoretis, penelitian ini mengintegrasikan perspektif pedagogi kritis, teori kognisi sosial, dan ekologi perkembangan dalam model pendidikan karakter yang sensitif terhadap konteks sosial remaja. Secara praktis, penelitian ini merekomendasikan penggunaan Photovoice sebagai bagian dari strategi pembelajaran di sekolah, khususnya dalam penguatan pendidikan karakter dan komunikasi pendidikan partisipatif.
Collections
- DT - Human Ecology [635]
