Strategi Adaptasi dan Peran Gender dalam Keluarga Petambak Ikan Bandeng Menghadapi Dampak Banjir Rob (Desa Api-Api, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan).
Abstract
Banjir rob memiliki dampak signifikan terhadap pendapatan rumah tangga petambak, khususnya di Desa Api-Api, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan. Terendamnya lahan tambak ikan bandeng sebagai sumber utama penghasilan menyebabkan kerugian ekonomi, penurunan pendapatan serta perubahan sosial dalam keluarga petambak, terutama terkait dengan peran gender. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui persepsi petambak ikan bandeng terhadap dampak banjir rob, (2) mengukur dampak banjir rob terhadap pendapatan keluarga petambak ikan bandeng, (3) menganalisis tingkat peran gender dalam keluarga petambak ikan bandeng, serta (4) mengkaji strategi dalam menghadapi dampak banjir rob bagi keluarga petambak. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi kasus. Metode analisis data meliputi analisis deskriptif skala likert, analisis pendapatan, analisis statistik deskriptif, dan Interpretative Structural Modeling (ISM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata persepsi petambak ikan bandeng terhadap dampak banjir rob sebesar 3,22 yang mengindikasikan bahwa masyarakat merasakan dampak yang signifikan. Banjir rob menyebabkan penurunan pendapatan keluarga petambak ikan bandeng sebesar 45,79% dalam satu kali panen (per semester) dari Rp39.881.301 menjadi Rp21.619.377. Peran istri petambak berfokus pada aspek domestik dengan skor rata-rata 6,86, sedangkan peran produktif 4,46 dan sosial 4,44 termasuk kategori rendah. Suami lebih dominan pada peran produktif dan sosial, sementara peran domestiknya terbatas. Strategi utama yang direkomendasikan untuk menghadapi dampak banjir rob adalah penguatan struktur benteng tambak yang memiliki pengaruh besar terhadap elemen adaptasi lainnya.
