Data B.P.S. Untuk Menjabarkan Indikator Perkembangan “Pertumbuhan, Pemerataan Dan Partisipasi”
Abstract
Tulisan ini mengevaluasi sejauh mana data yang tersedia di Biro Pusat Statistik (BPS) dapat digunakan untuk menjabarkan indikator perkembangan "pertumbuhan, pemerataan, dan partisipasi" sesuai pola anjuran FAO/PBB (WCARRD 1979) dan patokan nasional "Delapan Jalur Pemerataan". Sajogyo menyoroti perlunya pembenahan pada Indikator Kesejahteraan Rakyat (InKesRa) agar lebih mencakup aspek penguasaan sumber daya (lahan) dan akses faktor produksi. Naskah ini membahas berbagai metodologi pengukuran, mulai dari klasifikasi status sosial-ekonomi (SSE) berdasarkan luas lahan (petani gurem < 0,5 ha vs petani kecil > 0,5 ha), pengukuran garis kemiskinan berdasarkan setara pengeluaran beras dan konsumsi kalori (1900 kalori/orang/hari), hingga penggunaan Indeks Mutu Hidup (IMH) atau Physical Quality of Life Index (PQLI). Kajian ini menggunakan data Susenas, Sakernas, dan Sensus Penduduk 1971-1980 untuk membandingkan kemajuan kesejahteraan antar-provinsi dan antara wilayah desa-kota.
Collections
- Sajogyo [84]

