| dc.description.abstract | Kota Bekasi merupakan kota dengan dinamika pembangunan pesat dengan ruang terbuka hijau (RTH) yang terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan tutupan lahan Kota Bekasi tahun 2019, 2022, dan 2025; menganalisis perbandingan sebaran dan luas RTH dengan Tutupan Lahan dan Rencana Detil Tata Ruang (RDTR) Kota Bekasi tahun 2015-2035; menganalisis kecukupan RTH berdasarkan jumlah penduduk dan luas wilayah; serta menganalisis pola sebaran spasial lahan terbangun 2025, lahan bervegetasi 2025, RTH Tahun 2022, dan alokasi RTH dalam RDTR tahun 2015-2035 di Kota Bekasi. Analisis dilakukan menggunakan citra Sentinel-2 dengan algoritma Random Forest, melakukan tumpang susun data beberapa titik tahun, perhitungan kecukupan RTH, serta autokorelasi spasial (Indeks Moran dan LISA) di GeoDa. Hasil klasifikasi penggunaan lahan menghasilkan overall acuracy sebesar 0,97 dan Kappa sebesar 0,95. Kota Bekasi dalam 6 tahun terakhir (2019-2025) mengalami peningkatan lahan terbangun sebesar 7,38%, sedangkan lahan bervegetasi menurun sebesar - 8,14%; RTH di tahun 2022 berada di kawasan lahan terbangun, lahan terbuka, dan badan air; realisasi alokasi RTH dalam RDTR hanya 21% dari 1.002 ha yang direncanakan; dan ketersediaan RTH publik baru mencapai 6,3% dari luas kota, jauh di bawah ketentuan minimal 20% maupun standar 20 m2 per kapita. Hasil analisis LISA menunjukkan perbedaan pola spasial antara lahan terbangun 2025, lahan bervegetasi 2025, RTH tahun 2022, dan alokasi RTH dalam RDTR tahun 2015-2035. Perbedaan tersebut menunjukkan adanya ketidakmerataan distribusi ruang hijau dalam struktur spasial Kota Bekasi. Hasil ini mengindikasikan tidak terealisasikannya rencana alokasi RTH dalam RDTR serta mendukung hasil penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa penyediaan RTH di Kota Bekasi belum memenuhi target karena tekanan urbanisasi. | |