View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Fisheries
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Fisheries
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Strategi Pengelolaan Bycatch Hiu Pada Perikanan Demersal Perairan Langkai Lanjukang, Provinsi Sulawesi Selatan

      Thumbnail
      View/Open
      Cover (2.383Mb)
      Fulltext (2.217Mb)
      Lampiran (3.581Mb)
      Date
      2026
      Author
      Syahdan, Roshin
      Kamal, Mohammad Mukhlis
      Kurniawan, Fery
      Kurnia, Rahmat
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Ekosistem perairan Langkai–Lanjukang merupakan habitat penting bagi berbagai spesies hiu sebagai predator puncak sekaligus wilayah dengan intensitas perikanan demersal yang tinggi. Interaksi antara aktivitas penangkapan ikan dan keberadaan hiu meningkatkan risiko bycatch yang berpotensi mengancam kelestarian populasi hiu dan keseimbangan ekosistem laut. Tesis ini bertujuan menganalisis tumpang tindih spasial antara habitat hiu dan aktivitas perikanan demersal untuk mengestimasi potensi bycatch, serta merumuskan strategi pengelolaan berbasis data di perairan Pulau Langkai dan Pulau Lanjukang. Penelitian ini menggunakan pendekatan pemodelan distribusi spesies untuk memetakan kesesuaian habitat tiga spesies hiu, yaitu hiu tinumbu atau hiu lanjaman (Carcharhinus falciformis), hiu batu atau hiu karang sirip putih (Triaenodon obesus), dan hiu kassi atau hiu karang sirip hitam (Carcharhinus melanopterus). Peta kesesuaian habitat dioverlay dengan peta aktivitas perikanan demersal untuk menghasilkan peta probabilitas bycatch. Pemodelan dilakukan menggunakan data kemunculan hiu dari kamera bawah laut, survei, dan wawancara nelayan dengan variabel lingkungan berupa suhu permukaan laut, salinitas, dan batimetri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa habitat paling sesuai bagi hiu batu dan hiu kassi berada pada area terumbu karang dangkal, sedangkan hiu tinumbu lebih dominan pada wilayah lereng luar dengan kedalaman yang lebih besar. Tumpang tindih terbesar antara habitat hiu dan aktivitas perikanan demersal terjadi di area terumbu karang, sehingga hiu batu memiliki risiko bycatch tertinggi. Hiu tinumbu menunjukkan tingkat tumpang tindih sedang, sementara hiu kassi memiliki risiko bycatch terendah karena kecenderungannya berada di perairan pesisir yang sangat dangkal. Evaluasi skenario pengelolaan menunjukkan bahwa kombinasi strategi penghindaran habitat dan pengurangan upaya penangkapan sebesar 50% mampu menurunkan potensi bycatch secara signifikan pada ketiga spesies hiu. Pengurangan upaya penangkapan dilakukan melalui pembatasan jumlah alat, frekuensi trip, atau kombinasi keduanya. Pendekatan pengelolaan berbasis spasial dan kesesuaian habitat terbukti efektif dalam mendukung pengurangan bycatch hiu serta menjaga keberlanjutan perikanan demersal, khususnya di wilayah dengan keterbatasan data
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172616
      Collections
      • MT - Fisheries [3246]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository