Show simple item record

dc.contributor.advisorIstiaji, Bonjok
dc.contributor.advisorTriwidodo, Hermanu
dc.contributor.authorPhitaloka, Gusti Zena
dc.date.accessioned2026-02-05T14:13:46Z
dc.date.available2026-02-05T14:13:46Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172608
dc.description.abstractUbi jalar merupakan tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta mengandung banyak gizi dan vitamin di dalamnya. Salah satu faktor yang memengaruhi produksi tanaman ubi jalar yakni adanya serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Penelitian ini bertujuan mengetahui perilaku dan pengetahuan petani tentang pengendalian hama terpadu (PHT) pada tanaman ubi jalar di Kecamatan Ciampea, Cibungbulang, dan Dramaga, Kabupaten Bogor. Penelitian ini dilakukan dengan mewawancarai sebanyak 60 petani ubi jalar menggunakan kuesioner. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan bantuan aplikasi Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hama yang menyerang tanaman ubi jalar adalah Cylas formicarius atau umumnya dikenal sebagai hama boleng, yang menimbulkan gejala berupa bintik kehitaman pada kulit luar umbi, mengeluarkan aroma tidak sedap, umbi yang terasa pahit ketika dikonsumsi, serta terdapat liang gerekan akibat aktivitas larva di dalam umbi. Perilaku petani terkait tingkat pengetahuan dan sikap terhadap PHT umumnya berada pada kategori sedang hingga tinggi, sedangkan tindakan petani masih terbatas, terutama pada aspek pengendalian. Perbedan antar lokasi dipengaruhi oleh karakteristik petani, antara lain usia, pendidikan, dan pengalaman bertani. Pengendalian yang paling banyak dilakukan petani adalah penggunaan pestisida, sedangkan penerapan komponen PHT seperti perangkap feromon masih jarang diterapkan secara optimal.
dc.description.abstractSweet potato (Ipomoea batatas) as a crop with considerable economic value in Bogor encounters problems related to pest control by farmers. This study aims to investigate the behavior (knowledge, attitude, practice) of farmers regarding Integrated Pest Management (IPM) of sweet potato crops in the subdistricts of Ciampea, Cibungbulang, and Dramaga, Bogor Regency. The research was conducted by interviewing 60 sweet potato farmers using questionnaires and collecting samples of pest-infested sweet potatoes. The data obtained were analyzed with the assistance of Microsoft Excel. The results indicated that the primary pest attacking sweet potato crops is Cylas formicarius, commonly known as the sweet potato weevil, which causes symptoms such as dark spots on the tuber skin, unpleasant odor, bitter taste when consumed, and visible tunnels resulting from larval activity inside the tubers. Farmers’ behavior, in terms of knowledge and attitudes toward IPM, generally ranged from moderate to high; however, their actual practices were still limited, especially in the aspect of pest control. Variations between locations were influenced by farmer characteristics, such as age, education level, and farming experience. The most common pest control method used by farmers was pesticide application, while the implementation of IPM components such as pheromone traps remained suboptimal.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePerilaku Petani Di Kecamatan Ciampea, Cibungbulang, Dan Dramaga, Kabupaten Bogor Dalam Pengendalian Hama Terpadu Tanaman Ubi Jalarid
dc.title.alternativeFarmers Behavior in Integrated Pest Management of Sweet Potato in Ciampea, Cibungbulang, and Dramaga Districts, Bogor Regency
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordCylas formicariusid
dc.subject.keywordlarvaid
dc.subject.keywordseranganid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record