Perilaku Petani Di Kecamatan Ciampea, Cibungbulang, Dan Dramaga, Kabupaten Bogor Dalam Pengendalian Hama Terpadu Tanaman Ubi Jalar
Date
2026Author
Phitaloka, Gusti Zena
Istiaji, Bonjok
Triwidodo, Hermanu
Metadata
Show full item recordAbstract
Ubi jalar merupakan tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta
mengandung banyak gizi dan vitamin di dalamnya. Salah satu faktor yang
memengaruhi produksi tanaman ubi jalar yakni adanya serangan Organisme
Pengganggu Tanaman (OPT). Penelitian ini bertujuan mengetahui perilaku dan
pengetahuan petani tentang pengendalian hama terpadu (PHT) pada tanaman ubi
jalar di Kecamatan Ciampea, Cibungbulang, dan Dramaga, Kabupaten Bogor.
Penelitian ini dilakukan dengan mewawancarai sebanyak 60 petani ubi jalar
menggunakan kuesioner. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan bantuan
aplikasi Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hama yang
menyerang tanaman ubi jalar adalah Cylas formicarius atau umumnya dikenal
sebagai hama boleng, yang menimbulkan gejala berupa bintik kehitaman pada kulit
luar umbi, mengeluarkan aroma tidak sedap, umbi yang terasa pahit ketika
dikonsumsi, serta terdapat liang gerekan akibat aktivitas larva di dalam umbi.
Perilaku petani terkait tingkat pengetahuan dan sikap terhadap PHT umumnya
berada pada kategori sedang hingga tinggi, sedangkan tindakan petani masih
terbatas, terutama pada aspek pengendalian. Perbedan antar lokasi dipengaruhi oleh
karakteristik petani, antara lain usia, pendidikan, dan pengalaman bertani.
Pengendalian yang paling banyak dilakukan petani adalah penggunaan pestisida,
sedangkan penerapan komponen PHT seperti perangkap feromon masih jarang
diterapkan secara optimal. Sweet potato (Ipomoea batatas) as a crop with considerable economic value
in Bogor encounters problems related to pest control by farmers. This study aims
to investigate the behavior (knowledge, attitude, practice) of farmers regarding
Integrated Pest Management (IPM) of sweet potato crops in the subdistricts of
Ciampea, Cibungbulang, and Dramaga, Bogor Regency. The research was
conducted by interviewing 60 sweet potato farmers using questionnaires and
collecting samples of pest-infested sweet potatoes. The data obtained were analyzed
with the assistance of Microsoft Excel. The results indicated that the primary pest
attacking sweet potato crops is Cylas formicarius, commonly known as the sweet
potato weevil, which causes symptoms such as dark spots on the tuber skin,
unpleasant odor, bitter taste when consumed, and visible tunnels resulting from
larval activity inside the tubers. Farmers’ behavior, in terms of knowledge and
attitudes toward IPM, generally ranged from moderate to high; however, their
actual practices were still limited, especially in the aspect of pest control. Variations
between locations were influenced by farmer characteristics, such as age, education
level, and farming experience. The most common pest control method used by
farmers was pesticide application, while the implementation of IPM components
such as pheromone traps remained suboptimal.
Collections
- UT - Plant Protection [2533]
