Konflik Masyarakat Dengan Monyet Ekor Panjang di Sekitar Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda Bandung
Date
2026Author
Ramadhantio, Tegar Nurrahman
Soekmadi, Rinekso
Rinaldi, Dones
Metadata
Show full item recordAbstract
Konflik antara masyarakat dan monyet ekor panjang (MEP) meningkat seiring perubahan penggunaan lahan dan intensifikasi aktivitas manusia di sekitar habitat satwa liar. Penelitian bertujuan mengidentifikasi konflik, menganalisis persepsi masyarakat, serta merumuskan alternatif solusi penanganan konflik di sekitar Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda. Metode penelitian meliputi observasi lapangan, wawancara, dan studi literatur. Hasil analisis DPSIR menunjukkan bahwa driving force konflik adalah keberlakuan Perda Jawa Barat No. 5 Tahun 2008 terkait pengelolaan wisata di kawasan Tahura. Pressure berasal dari perilaku manusia berupa pemberian pakan kepada monyet, pembuangan sampah sembarangan, serta kedekatan lahan pertanian dengan habitat. Kondisi ini memicu perubahan state berupa perilaku MEP yang semakin terbiasa mendekati manusia. Impact yang terjadi adalah masuknya kawanan monyet ke permukiman sehingga mengganggu kenyamanan masyarakat. Meskipun merasa terganggu, masyarakat memahami fungsi ekologis MEP dan menunjukkan keinginan menyelesaikan konflik secara damai. Response yang direkomendasikan meliputi edukasi masyarakat, pengelolaan sampah terpadu, pembangunan koridor satwa, pengendalian populasi MEP, dan rehabilitasi habitat secara berkelanjutan.
