| dc.description.abstract | Penelitian ini dilakukan di Taman Hutan Raya (Tahura) Ir. H. Djuanda, Bandung, dengan tujuan mengkaji keanekaragaman jenis burung, kesamaan komunitas antarhabitat, serta potensi burung sebagai objek wisata birdwatching. Pengambilan data dilakukan pada Juni–Agustus 2025 menggunakan metode titik hitung (point count) di tiga tipe habitat, yaitu hutan pegunungan, hutan dataran rendah, dan sempadan sungai, serta pemantauan burung migran pada September–Oktober 2025 menggunakan metode vantage point. Hasil penelitian mencatat 47 jenis burung dari 28 famili dengan total 649 individu, dengan keanekaragaman tertinggi pada hutan pegunungan (35 jenis), diikuti hutan dataran rendah (28 jenis) dan sempadan sungai (22 jenis). Selain itu, tercatat 2240 individu dari empat jenis burung migran. Analisis Bray–Curtis menunjukkan kesamaan komunitas yang tinggi antara hutan dataran rendah dan sempadan sungai, sedangkan hutan pegunungan memiliki komposisi jenis yang lebih khas. Beberapa jenis burung berpotensi dikembangkan sebagai objek birdwatching dan ditemukan empat jenis burung dilindungi, sehingga Tahura Ir. H. Djuanda memiliki potensi tinggi sebagai kawasan ekowisata berbasis pengamatan burung sekaligus kawasan penting bagi konservasi keanekaragaman hayati. | |