Distribusi Temporal Tumbuhan Air Seroja (Nelumbo nucifera GAERTN, 1789) Sebagai Dasar Pengelolaan Perairan Situ Burung, Desa Cikarawang, Bogor, Jawa Barat
Date
2026Author
Eddiezon, Ryan Hilman
Ayu, Inna Puspa
Krisanti, Majariana
Metadata
Show full item recordAbstract
Keberadaan Seroja sangat melimpah di perairan Situ Burung, sehingga menutupi sebagian permukaan perairan Situ Burung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara temporal luas tutupan dan menduga doubling time seroja (Nelumbo nucifera) di Situ Burung. Data yang digunakan adalah data primer menggunakan drone pada tahun 2024 dan 2025, serta data sekunder menggunakan citra satelit. Hasil analisis tutupan seroja (Nelumbo nucifera GAERTN, 1789) dari tahun ke tahun menunjukkan data yang fluktuatif. Tutupan seroja tertinggi pada tahun 2025 sebesar 55% masuk ke dalam kategori tutupan Tinggi. Nilai relative growth rate tumbuhan air seroja yaitu sebesar 0,037 gram/hari dan nilai doubling time tanaman seroja selama 19 hari. Perkembangbiakan populasi seroja yang tidak terkendali dapat mengakibatkan pendangkalan di perairan Situ Burung.
Kata kunci : Kualitas air, Nelumbo nucifera, Tanaman Air, Tutupan, Waktu penggandaan. The presence of lotus flowers is very abundant in the waters of Situ Burung, so that they cover part of the surface of the waters of Situ Burung. This study aims to analyze the temporal extent of cover and estimate the doubling time of the lotus (Nelumbo nucifera) in Situ Burung. The data used are primary data using drones in 2024 and 2025, as well as secondary data using satellite imagery. The analysis of lotus (Nelumbo nucifera GAERTN, 1789) cover from year to year shows fluctuating results. The highest lotus cover in 2025, at 55%, falls into the High cover category. The relative growth rate of the lotus is 0.037 grams/day, with a doubling time of 19 days. Uncontrolled growth of the water lily population, can lead to shallowing of Situ Burung.
Keywords: Water quality, Nelumbo nucifera, Aquatic Plants, Cover,
Doubling time.
