Show simple item record

dc.contributor.advisorSiregar, Vincentius P.
dc.contributor.advisorSusilo, Setyo Budi
dc.contributor.authorMuchsin, Fikri Muhammad
dc.date.accessioned2026-02-01T23:38:24Z
dc.date.available2026-02-01T23:38:24Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172439
dc.description.abstractKabupaten Pandeglang merupakan salah satu wilayah yang berpotensi besar terhadap ancaman bencana tsunami. Hal ini terjadi disebabkan wilayah Kabupaten Pandeglang yang berhadapan langsung dengan pertemuan dua lempeng aktif, Eurasia dan Indo-Australia. Penelitian ini bertujuan memetakan dan menganalisis tingkat bahaya tsunami di daerah pesisir Kabupaten Pandeglang menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan menggunakan tiga skenario ketinggian tsunami, yaitu 1 m, 5 m, dan 10 m. Pemetaan area terdampak tsunami menggunakan metode Berryman dilakukan dengan memanfaatkan beberapa parameter seperti kemiringan lereng, garis pantai, penggunaan lahan (koefisien kekasaran permukaan), dan ketinggian tsunami di garis pantai. Dalam penelitian ini, tingkat bahaya tsunami diklasifikasikan menjadi tiga kelas berdasarkan wilayah yang tergenang, yaitu tinggi (>3 m), sedang (1-3 m), dan rendah (<1 m). Hasil analisis spasial menunjukkan bahwa 6 kecamatan di Kabupaten Pandeglang diprediksi akan tergenang dengan tiga skenario genangan yang berbeda. Skenario ini mencakup kedalaman genangan 1 m, 5 m, dan 10 m, yang menghasilkan area yang berpotensi terkena dampak masing-masing seluas 142,3 ha, 854,1 ha, dan 3.486,3 ha. Kecamatan Panimbang diidentifikasi memiliki potensi genangan terbesar.
dc.description.abstractPandeglang Regency is one of the areas with high potential for tsunami disasters. This is because Pandeglang Regency is located directly at the meeting point of two active plates, the Eurasian and Indo-Australian plates. This study aims to map and analyse the level of tsunami hazard in the coastal areas of Pandeglang Regency using a Geographic Information System (GIS) using three tsunami height scenarios, namely 1 m, 5 m, and 10 m. The mapping of tsunami-affected areas using the Berryman method was carried out by utilising several parameters such as slope gradient, coastline, land use (surface roughness coefficient), and tsunami height along the coastline. In this study, the tsunami hazard level was classified into three classes based on the flooded area, namely high (>3 m), medium (1-3 m), and low (<1 m). The spatial analysis results showed that six sub-districts in Pandeglang Regency were predicted to be flooded with three different inundation scenarios. These scenarios include inundation depths of 1 m, 5 m, and 10 m, resulting in areas potentially affected of 142,3 ha, 854,1 ha, and 3.486,3 ha, respectively. Panimbang District was identified as having the greatest potential for inundation.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePemetaan Area Terdampak Tsunami Di Pesisir Kabupaten Pandeglang Menggunakan Sistem Informasi Geografisid
dc.title.alternative
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordBerrymanid
dc.subject.keywordgeographic information system (GIS)id
dc.subject.keywordPandeglangid
dc.subject.keywordhazard mapid
dc.subject.keywordTsunami scenarioid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record