Pengaruh Interaksi Suami Istri dan Stres Pengasuhan terhadap Kualitas Perkawinan pada Keluarga dengan Anak Tunagrahita
Abstract
Keluarga dengan anak tunagrahita menghadapi berbagai tekanan pengasuhan dalam mencapai kualitas perkawinan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh karakteristik keluarga, interaksi suami istri, serta stres pengasuhan terhadap kualitas perkawinan. Responden penelitian adalah 61 ibu dari keluarga utuh yang memiliki anak tunagrahita usia 5–17 tahun di Bogor, yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner self-administered dan dianalisis menggunakan uji deskriptif, tabulasi silang, korelasi, dan regresi linier berganda. Hasil menunjukkan bahwa kepuasan interaksi berhubungan positif dengan kebahagiaan perkawinan. Potensi konflik berhubungan negatif dengan seluruh dimensi kualitas perkawinan. Analisis regresi menunjukkan bahwa usia, lama pendidikan, pendapatan per kapita, dan disfungsi interaksi orang tua dan anak berpengaruh positif, sedangkan usia saat menikah, durasi pernikahan, distres pengasuhan, perilaku sulit anak, dan potensi konflik berpengaruh negatif signifikan terhadap kualitas perkawinan. Families with children with intellectual disabilities face various parenting pressures in achieving the quality of marriage. This study aims to analyze the influence of family characteristics, husband-wife interaction, and parenting stress on marital quality. The study respondents were 61 mothers from whole families with children with intellectual disabilities aged 5–17 years in Bogor, who were selected by purposive sampling. Data were collected through self-administered questionnaires and analyzed using descriptive tests, cross-tabulation, correlation, and multiple linear regression. The results showed that interaction satisfaction was positively related to marital happiness. Potential conflict is negatively related to all dimensions of marital quality. Regression analysis showed that age, length of education, per capita income, and dysfunction of parent-child interaction had a positive effect, while age at marriage, duration of marriage, parenting stress, difficult behavior of children, and potential conflict had a significant negative effect on the quality of marriage.
