Pengaruh Kondisi Lingkungan Perairan Terhadap Tingkat Cadangan Karbon Lamun di Teluk Moramo dan Pulau Bokori, Sulawesi Tenggara
Date
2026Author
Ramadhan, Alfiqiyan Wahyu
Rastina
Ismet, Meutia Samira
Koropitan, Alan Frendy
Metadata
Show full item recordAbstract
Ekosistem lamun di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil memiliki peran penting dalam mendukung produktivitas primer, menyediakan habitat, dan memiliki peran dalam kontribusi mitigasi perubahan iklim melalui proses penyerapan dan penyimpanan karbon dalam bentuk biomassa lamun dan sedimen. Tingkat Serapan dan cadangan karbon lamun dapat dipengaruhi oleh suhu, salinitas, pH, nutrient, dan tipe substrat serta input dari aktivitas antropogenik. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi lingkungan perairan serta karakteristik ekosistem lamun di Teluk Moramo dan Pulau Bokori. Secara khusus, penelitian ini menganalisis tingkat kerapatan dan persentase tutupan lamun, serta mengestimasi tingkat cadangan karbon pada ekosistem lamun di kedua lokasi tersebut. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh antara parameter kondisi lingkungan perairan dengan karakteristik lamun dan tingkat cadangan karbon.
Penelitian ini dilakukan bulan Juli-Desember 2023 di Teluk Moramo dan- Pulau Bokori, Provinsi Sulawesi Tenggara. Empat Stasiun ditentukan dengan memperhatikan kondisi lingkungan, keberadaan vegetasi lamun. Parameter lingkungan perairan yang diukur yaitu suhu, salinitas, pH, DO, nutrien air, bahan organik, dan fraksi sedimen. Kondisi ekosistem lamun yang dianalisis adalah tutupan lamun, epifit, makroalga, kerapatan lamun dan biomassa lamun. Produktivitas karbon lamun serta cadangan karbon pada lamun dan sedimen dianalisis menggunakan metode Loss on Ignition (LOI) atau pengabuan. Analisis statistik dilakukan dengan Canonical Correspondence Analysis (CCA) menggunakan aplikasi XLSTAT, serta analisis korelasi heatmap menggunakan RStudio.
Perairan Teluk Moramo dan Pulau Bokori memiliki kondisi lingkungan perairan yang optimal untuk mendukung pertumbuhan lamun. Tingkat Kerapatan lamun tertinggi ditemukan di Pulau Bokori berkisar antara 148,73-219,39 ind/m2 dan tutupan lamun 46-51%, yang didominasi oleh jenis Thalassia hemprichii, kerapatan lamun terendah di Pantai Ketapang 36,12 ind/m2 dengan tutupan lamun terendah 24%. Biomassa dan cadangan karbon lamun tertinggi juga ditemukan di Pulau Bokori dengan kisaran 572,63–623,95 gDW/m². Kondisi ini dipengaruhi oleh dominasi jenis lamun berukuran besar, seperti Thalassia hemprichii, yang memiliki biomassa sebesar 198,41–341,98 gDW/m² sehingga mampu menyimpan karbon dalam jumlah lebih tinggi. Selain itu, cadangan karbon sedimen tertinggi juga ditemukan di Pulau Bokori, yaitu sebesar 1,63 gC/cm³, yang diduga berasal dari kontribusi bahan organik serta proses dekomposisi serasah lamun. Berdasarkan hasil tersebut tingkat kerapatan dan tutupan lamun di Pulau Bokori cukup tinggi dan memiliki cadangan karbon lebih besar dibanding Teluk Moramo, hal ini dipengaruhi oleh kondisi minim gangguan antropogenik dan parameter kondisi lingkungan perairan yang baik.
Collections
- MT - Fisheries [3246]
