Intervensi Smoothies Pisang tanpa Kulit dan Smoothies Pisang dengan Kulit untuk Menurunkan Tekanan Darah pada Penyandang Prahipertensi.
Abstract
Prahipertensi adalah keadaan tekanan darah yang berada pada kisaran 120–139 mmHg untuk sistolik dan 80–89 mmHg untuk diastolik, walaupun belum tergolong sebagai hipertensi, keadaan ini meningkatkan kemungkinan terjadinya penyakit kardiovaskular, stroke, dan gagal ginjal jika tidak dikelola dengan baik. Kelompok usia dewasa muda (18–39 tahun) saat ini menjadi populasi yang berisiko mengalami prahipertensi akibat perubahan gaya hidup yang umumnya kurang aktif dan konsumsi makanan mengandung garam tinggi. Penanganan prahipertensi secara cepat sangat krusial untuk mencegah komplikasi di masa mendatang.
Salah satu langkah pencegahan yang bisa diambil adalah dengan pendekatan non-farmakologis dengan berlandaskan nutrisi. Pisang beserta kulitnya terkenal sebagai sumber tinggi kalium dan senyawa fenolik yang memiliki sifat antioksidan. Kalium membantu menurunkan tekanan darah dengan mengurangi kekakuan arteri, meningkatkan pengeluaran natrium, dan mendukung keseimbangan cairan tubuh. Di sisi lain, senyawa fenolik seperti flavonoid dan tanin memiliki kemampuan untuk melindungi dinding pembuluh darah dari kerusakan oksidatif serta menurunkan aktivitas enzim Angiotensin-ConvertingEnzyme (ACE) yang berperan dalam mekanisme tekanan darah tinggi.
Produk yang dihasilkan dari penelitian ini memanfaatkan buah pisang beserta kulitnya sebagai bahan utama, ditambah dengan susu rendah lemak dan yogurt tanpa rasa. Formulasi ini dipilih karena mudah untuk dikonsumsi, memiliki rasa yang diterima oleh masyarakat, serta menjaga kandungan gizi penting yang mendukung kesehatan jantung dan pembuluh darah. Selain berfungsi sebagai upaya pengendalian tekanan darah, penggunaan kulit pisang juga membantu mengurangi limbah organik dan meningkatkan nilai ekonomi dari produk pangan lokal.
Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan desain quasi-experimental pre dan post test di Universitas Siliwangi, Kota Tasikmalaya. Subjek terdiri dari 28 responden dengan rentang usia 21-23 tahun yang mengalami prahipertensi dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama mendapatkan smoothies pisang tanpa kulit, sementara kelompok kedua mendapatkan smoothies pisang dengan kulit. Intervensi dilaksanakan selama 10 hari berturut-turut, satu hari sekali setiap pagi. Data tekanan darah diambil sebelum dan sesudah intervensi dengan menggunakan alat sphygmomanometer digital. Selain itu, penelitian ini juga meliputi uji organoleptik, analisis proksimat, dan kandungan bioaktif untuk menentukan kandungan gizi smoothies.
Penelitian ini menghasilkan produk smoothies buah pisang tanpa kulit dan smoothies buah pisang dengan kulit. Smoothies pisang tanpa kulit dibuat dengan formula 200 gram pisang cavendis, 50 ml susu low fat, dan 50 ml yogurt, sedangkan smoothies pisang dengan kulit dibuat dengan formula 150 gram pisang cavendis, 50 ml susu low fat, dan 50 ml yogurt. Berdasarkan hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa smoothies yang mengandung kulit pisang masih dapat diterima dalam hal kenampakan, aroma, dan rasa, meskipun ada variasi dalam tingkat kesukaan dibandingkan smoothies buah pisang tanpa kulit. Hasil analisis uji proksimat pada kedua smoothies tersebut cenderung sama, namun ada beberapa kandungan gizi yang menonjol di salah satu smoothies, seperti kandungan protein pada smoothies buah pisang dengan kulit lebih besar dibandingkan dengan smoothies buah pisang tanpa kulit. Intervensi yang dilakukan selama 10 hari menunjukkan bahwa konsumsi smoothies buah pisang tanpa kulit menghasilkan penurunan yang signifikan pada tekanan darah sistolik dengan rata-rata SD 8,837 dan diastolic dengan rata-rata SD 6,709 (p < 0,05). Hal yang sama ditemukan pada hasil intervensi konsumsi smoothies buah pisang dengan kulit, intervensi tersebut menunjukkan penurunan yang signifikan pada tekanan darah sistolik dan diastolik (p < 0,05).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kandungan gizi yang terdapat smoothies buah pisang tanpa kulit dan smoothies buah pisang dengan kulit cenderung sama. Intervensi smoothies buah pisag tanpa kulit yang dilakukan selama 10 hari kepada responden prahipertensi menunjukkan bahwa terdapat penurunan yang signifikan pada tekanan darah sistolik dan diastolik, hal tersebut dialami juga oleh responden yang diintervensi smoothies buah pisang dengan kulit. Berdasarkan hasil penelitian, kedua kelompok memiliki pengaruh yang nyata terhadap penurunan tekanan darah pada penyandang prahipertensi.
Penemuan ini berhasil menunjukkan bahwa kulit pisang yang biasanya dibuang begitu saja bisa menjadi bahan tambahan fungsional yang dapat diolah menjadi produk yang inovatif dan memiliki potensi untuk meningkatkan kesehatan. Penggunaan kulit pisang yang dulunya dianggap sebagai sampah dapat memberikan keuntungan ekonomi dan lingkungan, serta berfungsi sebagai solusi pencegahan untuk mengatasi isu kesehatan masyarakat seperti hipertensi. Namun, produk smoothies pada penelitian ini memiliki masa simpan yang singkat, sehingga produk harus dibuat segar dan jika setelah dibuat harus segera diminum dan dihabiskan. Studi ini juga memberikan kesempatan untuk mengembangkan produk makanan yang didasarkan pada sumber daya lokal yang terjangkau, alami, dan dengan efek samping yang minimal, khususnya untuk kelompok usia muda yang belum membutuhkan pengobatan farmakologis tetapi telah menunjukkan risiko hipertensi. Pada penelitian selanjutnya diharapkan dapat meneliti terkait masa simpan smoothies, agar smoothies bisa lebih tahan lama.
Collections
- MT - Human Ecology [2422]
