Potensi Kegiatan Perikanan Umum dalam Kerangka Pengelolaan Bendungan Batujai, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Date
2026Author
Ramdhani, Lalu Nurrahman
Pratiwi, Niken Tunjung Murti
Hariyadi, Sigid
Metadata
Show full item recordAbstract
Bendungan Batujai di Pulau Lombok memiliki peran penting sebagai sumber air dan lokasi perikanan. Perairan Bendungan Batujai dibagi menjadi tiga zona, yaitu zona riverin, zona transisi, dan zona lakustrin. Pada masing-masing zona, terdapat perbedaan karakteristik parameter air, baik fisika, kimia, maupun biologi. Adanya aktivitas antropogenik telah meningkatkan beban nutrien, sehingga menyebabkan eutrofikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi perikanan Bendungan Batujai pada kondisi eutrofik. Metode dari penelitian ini meliputi pengambilan contoh kualitas air yang dilakukan pada musim kemarau dan musim hujan, analisis konsentrasi klorofil-a, penentuan nilai Trophic State Index (TSI), serta penghitungan daya dukung perikanan alami dan ikan koan.
Hasil analisis kualitas air menunjukkan bahwa perairan bersifat netral menuju basa dengan DO bervariasi. Konsentrasi nitrogen dan fosfor tinggi, memicu eutrofikasi yang ditandai dengan blooming fitoplankton dan eceng gondok. Berdasarkan kandungan klorofil-a, Tingkat kecerahan, dan kandungan nutrien, TSI menunjukkan perairan tergolong eutrofik sedang, dengan nilai rata-rata 65 pada musim hujan dan 60 pada musim kemarau. Eceng gondok menunjukkan pertumbuhan biomassa dan kerapatan tinggi terutama di daerah inlet, dipengaruhi oleh angin dan arus. Kerapatan rata-rata eceng gondok mencapai 85 individu/m². Nilai Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) dari 2020–2024 menunjukkan fluktuasi tutupan eceng gondok sebesar 28–38%. Estimasi daya dukung perikanan alami dilakukan dengan menggunakan ikan nila (Oreochromis niloticus) untuk mengontrol fitoplankton, dengan hasil 178 ton ikan/tahun. Daya dukung perikanan menggunakan pendekatan predator-prey menunjukkan ikan koan (Ctenoharyngodon idella) mampu menghabiskan eceng gondok hingga > 90% dalam 1–2 tahun, dengan biomassa ikan koan mencapai sekitar 1.464 ton. Analisis Drive, Pressure, State, Impact, Response (DPSIR) digunakan untuk mengidentifikasi faktor sosial-ekologis sebagai penyebab eutrofikasi dan menyarankan pendekatan yang lebih terintegrasi, tidak hanya pada pengambilan eceng gondok, tetapi juga pada pengurangan sumber nutrien, peningkatan kesadaran masyarakat, dan penguatan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan. Penelitian sebelumnya pada daerah Bendungan Batujai hanya berfokus pada kualitas air, tanpa meninjau daya dukung perikanan di bendungan. Oleh karena itu, hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi kebijakan untuk pengelolaan Bendungan Batujai untuk perikanan yang berkelanjutan.
Collections
- MT - Fisheries [3246]
