Show simple item record

dc.contributor.advisorTaryono
dc.contributor.advisorKurniawan, Fery
dc.contributor.authorMarietadewi, Astrid
dc.date.accessioned2026-01-22T07:02:01Z
dc.date.available2026-01-22T07:02:01Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172244
dc.description.abstractEkosistem terumbu karang di Pulau Pahawang memiliki fungsi penting sebagai habitat biota laut, penopang perikanan, dan daya tarik utama wisata bahari. Peningkatan kegiatan wisata serta lemahnya koordinasi pengelolaan menyebabkan tekanan ekologis berupa penurunan tutupan terumbu karang dan keanekaragaman hayati. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja pengelolaan sumber daya terumbu karang berbasis masyarakat melalui analisis kelembagaan, identifikasi faktor yang memengaruhi kinerja pengelolaan, evaluasi efektivitas pengelolaan, serta penilaian terhadap kelembagaan menggunakan adaptasi kerangka Institutional Analysis and Development (IAD) dan prinsip desain Ostrom. Metode pengumpulan data menggunakan observasi lapangan, wawancara terstruktur, serta pengisian kuesioner terhadap 54 responden kunci. Analisis dilakukan dengan menggunakan IAD framework dan Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) untuk menilai pengaruh atribut komunitas, aturan, dan kondisi biofisik terhadap pengelolaan yang diukur melalui indikator ekologi dan sosial-ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan kelembagaan pengelolaan berbasis masyarakat telah terbentuk dengan peran dan aturan yang jelas, namun masih lemah dalam koordinasi antar aktor, penegakan aturan, dan mekanisme pengawasan. Performa pengelolaan sumber daya terumbu karang di Pulau Pahawang dipengaruhi secara signifikan oleh faktor pengelolaan ekowisata dan aturan yang digunakan (rules-in-use). Sementara itu variabel aktor memberikan pengaruh yang tidak signifikan terhadap performa pengelolaan. Secara umum, efektivitas pengelolaan dikategorikan belum efektif akibat dominasi aktor di luar komunitas, ketimpangan distribusi manfaat ekonomi, dan rendahnya peran pelaku wisata dalam konservasi. Evaluasi menggunakan prinsip desain Ostrom menekankan perlunya penguatan batas wilayah, sanksi, dan dukungan kelembagaan formal, untuk meningkatkan keberlanjutan pengelolaan ekosistem terumbu karang di masa mendatang. Penelitian yang telah dilakukan mengintegrasikan analisis pengelolaan sumber daya terumbu karang menggunakan adaptasi Framework IAD dengan SEM-PLS di tingkat komunitas lokal, yang memberikan pemahaman mendalam terhadap faktor multidimensi yang memengaruhi performa dan efektivitas pengelolaan sumber daya. Pendekatan berbasis masyarakat yang adaptif dan partisipatif ini diharapkan dapat digunakan untuk menganalisis pengelolaan sumber daya pesisir yang berkelanjutan di Indonesia dengan karakteristik sumber daya yang sama.
dc.description.sponsorshipPusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePengelolaan Sumber Daya Terumbu Karang Berbasis Masyarakat Di Pulau Pahawang, Kabupaten Pesawaranid
dc.title.alternative
dc.typeTesis
dc.subject.keywordterumbu karangid
dc.subject.keywordinstitutional and analysis developmentid
dc.subject.keywordanalisis SEM-PLSid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record