Analisis Tingkat Bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Kalimantan Timur
Abstract
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merupakan bencana tahunan di Kalimantan Timur yang menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan, kesehatan, dan sosial ekonomi. Risiko karhutla berpotensi meningkat seiring pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang memicu alih fungsi lahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis sebaran hotspot tahun 2020-2024, menganalisis sebaran hotspot berdasarkan parameter biofisik berupa tutupan lahan, jenis tanah, dan curah hujan, serta menganalisis tingkat bahaya karhutla berdasarkan ketiga parameter biofisik tersebut. Data yang digunakan mencakup batas administrasi Provinsi Kalimantan Timur, titik hotspot MODIS/Terra Aqua, curah hujan, tutupan lahan, dan jenis tanah. Data sebaran hotspot diolah untuk mengidentifikasi indikasi kejadian karhutla dan hubungannya dengan ketiga parameter biofisik lainnya. Analisis menggunakan sistem informasi geografis (SIG) dengan pendekatan skoring dan pembobotan digunakan untuk menghasilkan peta tingkat bahaya karhutla. Hasil penelitian menunjukkan hotspot tertinggi berada di lahan belukar, jenis tanah mineral, dan kelas curah hujan menengah. Sebaran hotspot tertinggi terjadi pada tahun 2023 yang berkaitan dengan fenomena El-Niño. Peta tingkat bahaya menunjukkan distribusi tidak merata, dengan bahaya tinggi terkonsentrasi di Kutai Kartanegara, Kutai Barat, dan Kutai Timur. IKN tergolong wilayah dengan bahaya sedang. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar pengambilan keputusan dalam mitigasi dan pengendalian karhutla di Kalimantan Timur.
Collections
- UT - Silviculture [1450]
