STATUS PEMANFAATAN UDANG JERBUNG (Penaeus merguiensis) DAN DAMPAK EKOLOGIS ALAT TANGKAP SONDONG YANG BERBASIS DI PPI KOTA DUMAI, PROVINSI RIAU
Date
2026Author
Cundaningrum, Laksita
Wahju, Ronny Irawan
Taurusman, Am Azbas
Metadata
Show full item recordAbstract
Udang jerbung (Penaeus merguiensis) merupakan salah satu komuditas
perikanan ekonomis penting yang menjadi sumber mata pencaharian nelayan di
Kota Dumai. Pengelolaan perikanan udang masih kurang optimal karena
keterbatasan data dan informasi. Nelayan yang berbasis di PPI Dumai
menggunakan alat tangkap sondong untuk menangkap udang jerbung. Alat tangkap
sondong dinilai tidak selektif karena hasil tangkapan didominasi oleh yuwana dan
banyak menangkap tangkapan sampingan, sehingga diduga berdampak merugikan
ekosistem sumber daya ikan. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengelolaan untuk
mengurangi dampak sehingga terwujud pengelolaan perikanan yang berkelanjutan
di lokasi tersebut. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Menganalisis unit penangkapan
sondong yang berbasis di PPI Kota Dumai, Provinsi Riau; 2) Mengestimasi status
pemanfaatan udang jerbung yang berbasis di PPI Kota Dumai, Provinsi Riau; 3)
Mengevaluasi dampak ekologis alat tangkap sondong yang berbasis di PPI Kota
Dumai terhadap non target.
Penelitian ini dilakukan pada bulan September hingga November 2024 di
PPI Kota Dumai, Provinsi Riau. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan
metode observasi, studi literatur, dan survei. Penentuan jumlah sampel kapal
berdasarkan Handbook for Fisheries sosio economic dengan persentase dari jumlah
populasi kapal yang ada di lokasi penelitian sebanyak 18 unit kapal dengan alat
tangkap sondong sebagai sampel untuk tujuan 1 penelitian ini. Pengumpulan
sampel udang jerbung menggunakan metode stratified random sampling dengan
jumlah sampel sebanyak 3,008 ekor dari alat tangkap sondong. Sampel hasil
tangkapan sampingan dikumpulkan melalui metode simple random sampling dari
8 unit kapal sampel.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapal yang digunakan oleh nelayan
yang berbasis di PPI Kota Dumai adalah kapal kayu berdaya 24 PK dengan ukuran
3 gross tonnage. Kapal sondong berukuran panjang 10 meter, lebar 2,5 meter, dan
tinggi 1,3 meter. Kapal sondong beroperasi menggunakan bahan bakar solar
berkisar 120-180 liter dengan durasi trip 5-7 hari. Konstruksi sondong terdiri dari
kaki sondong, pelampung, tapak sondong, pemberat, jaring sondong dan tali temali
dengan proses pengoperasian terdiri dari setting, pushing dan hauling. Udang
jerbung yang tertangkap didominasi ukuran karapas 14,87 mm dengan panjang
karapas berkisar antara 9,03-31,9 mm. Pola pertumbuhan udang jerbung bersifat
alometrik negatif (b = 2,44). Rasio jenis kelamin udang jerbung didominasi individu
betina (60%). Hasil tangkapan didominasi ukuran yuwana dengan TKG II (48%)
dan TKG I (33%). Tingkat kematian ikan karena penangkapan (F) 5,29 lebih tinggi
dibandingkan kematian alami (M) 1,79. Tingkat eksploitasi E udang jerbung
sebesar 0,75 dan nilai SPR udang jerbung sebesar 3% yang
ii
mengindikasikan penangkapan berlebih (over-exploited). Komposisi hasil
tangkapan sampingan didominasi oleh ikan bulu ayam (Coilia dussumieri)
sebanyak 61,1%. Hasil tangkapan sampingan sebanyak 43,84% dibandingkan
dengan hasil tangkapan utama. Rata-rata hasil tangkapan sampingan yang
tertangkap masih berada di bawah nilai length at first maturity (Lm) atau berada
pada ukuran yuwana. Sondong memiliki tingkat selektivitas yang rendah dengan
nilai indeks keanekaragaman Shannon-wiener (H’=2,1). Tingkat trofik hasil
tangkapan didominasi oleh jenis ikan yang menempati tingkat trofik 3 dan tingkat
trofik 4 yaitu jenis ikan predator tingkat rendah dan sedang. Kemudian, untuk
kerentanan intrinsik alat tangkap didapatkan sebesar 28,22 (kerentanan
penangkapan rendah). Tingkat kerentanan alat tangkap dipengaruhi oleh
selektivitas alat tangkap dan karakteristik biologi ikan. Penelitian ini telah dapat
mengindikasikan dampak ekologis sondong terhadap sumberdaya ikan di lokasi
studi, khususnya terhadap target (udang jerbung) dan non target.
Berdasarkan hasil penelitian, untuk mewujudkan pengelolaan perikanan
berkelanjutan diperlukan melalui penetapan penutupan musim penangkapan selama
periode pemijahan udang dan pemantauan terhadap penggunaan alat tangkap
sondong yang berbasis di PPI Kota Dumai, serta mempertimbangkan pergantian
dengan alat tangkap yang lebih ramah lingkungan. Pemantauan berkala
menggunakan berbagai jenis alat tangkap perlu dilakukan untuk mendapatkan
informasi yang lebih akurat dan komprehensif tentang status stok di wilayah studi. The banana prawn (Penaeus merguiensis) represents a significant economic
fishery commodity, serving as a primary source of livelihood for fishers in Dumai
City. However, the management of the shrimp fishery remains inadequate due to a
lack of sufficient data and information. Fishers operating from PPI Dumai employ
the sondong (push net) to capture banana prawns. This gear has been considered
non-selective, as the catch predominantly consists of juveniles and includes a
substantial amount of the bycatch, which is suspected to affect the fishery resource
ecosystem adversely. Consequently, management interventions are necessary to
mitigate these impacts and achieve sustainable fishery management in the region.
The objectives of this study are: 1) To analyse the sondong fishery units based at
PPI Dumai City, Riau Province; 2) To estimate the utilisation status of banana
prawn at PPI Dumai City, Riau Province; 3) To evaluate the ecological impacts of
sondong at PPI Dumai gear on non-target species.
The study was conducted from September to November 2024 at PPI Dumai
City, Riau Province. The research employed observational, literature review, and
survey methodologies. The number of sampled vessels was determined by referring
to the Handbook for Fisheries Socio-Economic, using a proportion of the total
vessel population at the study site. In this research, 18 vessels operating sondong
were selected as samples to address the first research objective. Shrimp samples
(Penaeus merguiensis) were collected using the stratified random sampling method,
resulting in a total of 3.008 individuals obtained from vessels employing sondong.
Bycatch samples were collected using the simple random sampling method from 8
sample vessels.
The study's findings indicate that the fishing vessels utilised by fishers based
at PPI Kota Dumai are wooden boats equipped with 24 HP engines and have a
capacity of 3 gross tonnage. The sondong boats measure 10 meters in length, 2.5
meters in width, and 1.3 meters in height. These vessels operate using diesel fuel,
consuming between 120 and 180 litres per trip, with each trip lasting 5 to 7 days.
The construction of sondong boats involves the following components: sondong
legs, floats, sondong bases, sinkers, sondong nets, and ropes, with operational
processes that include setting, pushing and hauling. The banana prawn caught
predominantly exhibits a carapace length of 14.87 mm, with carapace lengths
ranging from 9.03 to 31.9 mm. The growth pattern of banana prawn is negatively
allometric (b = 2.44). The sex ratio is disproportionately favouring females,
comprising 60% of the population. The catch is primarily composed of juvenile
sizes, with TKG II (48%) and TKG I (33%). The fishing mortality rate (F) is 5.29,
exceeding the natural mortality rate (M) of 1.79. The exploitation rate (E) of banana
prawn is 0.75, and the spawning potential ratio (SPR) is 3%, indicating over-
iv
exploitation. The bycatch composition is predominantly featherback fish (Coilia
dussumieri), constituting 61.1% of the bycatch, which itself represents 43.84%
relative to the main catch. The average bycatch remains below the length at first
maturity (Lm), indicating juvenile sizes. Sondong exhibits low selectivity, with a
Shannon-Wiener diversity index value (H’=2.1). The trophic level of the catch is
dominated by fish species occupying trophic levels 3 and 4, which are classified as
low to medium-level predators. Additionally, the intrinsic vulnerability of the
fishing gear is assessed at 28.22, indicating low fishing vulnerability. The
vulnerability of the gear is influenced by its selectivity and the biological
characteristics of the fish. This study could highlight the ecological impacts of
Sondong on fishery resources at the study site, particularly concerning the target
(banana prawn) and non-target species.
According to the research findings, sustainable fisheries management can
be achieved by implementing a closed fishing season during the shrimp spawning
period and monitoring the use of the sondong at the Dumai City fish landing station
(PPI). Additionally, it is important to consider replacing this gear with more
environmentally friendly alternatives. Regular monitoring with various types of
fishing equipment is essential to gather more accurate and comprehensive
information about the stock status in the study area.
Collections
- MT - Fisheries [3213]
